Cerita Sex 2016 - Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian
Cerita Sex 2016 - Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian

Cerita Sex 2016 – Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian

Posted on

Cerita Sex 2016 – Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian | Namaku Mika, Sudah sangat klise rasanya memberikan alasan tentang mengapa akhirnya aku jadi wanita simpanan dan panggilan. Uang. Itulah alasan satu-satunya, atau paling tidak yang paling utama. Jutaan wanita panggilan di dunia ini bekerja untuk yang satu itu. Uang. Tak lebih tak kurang. Tetapi tidak semua wanita panggilan berawal dari kebutuhan akan uang. Aku kehilangan keperawananku 8 tahun yang lalu, bukan karena aku butuh uang. Aku memberikan keperawananku karena orangtuaku yang membutuhkan kepastian.

Cerita Sex 2016 - Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian Cerita Sex 2016 - Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian Cerita Sex 2016 - Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian Tante Sexy Bohay Tante Novita Sex Mon Naked Nude Pussy Janda Telanjang Sexy Hot mom big tits boobs bugil dilarang 0
Cerita Sex 2016 – Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian

cerita sex 2016 – Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian | Entah kepastian apa yang di maksud, tetapi mereka rutin bilang bahwa aku wajib nasib layak, sebabnya wajib melamar seseorang yang mempunyai kepastian. Seorang pemilik perusahaan besar. Orangtuaku berpendapat perusahaan merupakan salah satu bentuk kepastian, padahal akhirnya perusahaan juga dapat bangkrut. 3 tahun seusai perkawinan itu, Arman -suamiku- tewas dalam kecelakaan lalulintas. Ia pulang dari sebuah pertemuan pemilik saham dalam keadaan mabuk. Pertemuan itu sendiri konon sangat kacau, sebab beres dengan kesepakatan untuk tidak melanjutkan perusahaan yang dibebani hutang jutaan dollar. Suamiku tewas oleh galaunya sendiri, seusai sadar bahwa ia tidak dapat mempertahankan perusahaan yang diwarisinya dari orangtuanya.

cerita sex 2016 – Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian | kenasiban ekonomi ku langsung kacau. Orangtuaku minta maaf, tetapi untuk apa minta maaf kepadaku? Orang tua Arman ikut terpukul, sebab suamiku merupakan anak laki-laki tunggal. Kakak serta adiknya semua telah menikah, ikut suami-suami mereka nasib jauh dari sini. Orangtuaku maupun orangtua Arman sama-sama tidak dapat menanggungku lagi. Untunglah kita belum punya anak, sebab Arman belum mau punya anak. Kenasiban psikologis ku juga hancur. Khususnya sebab aku terlalu bego membiarkan diriku bergantung sepenuhnya terhadap suami. Aku tidak tahu, hingga sekarang, apakah aku mencintainya. Tetapi aku menggantungkan diri kepadanya, luar-dalam. Ia merupakan pria pertama yang hadir dalam kenasibanku.

Cerita Sex 2016 – Kegelisahan Janda Binal Yang Kesepian | Waktu menikah aku baru berumur 17 tahun, dirinya berumur 26. Selagi sekolah, aku belum sempat pacaran, meski selusin lebih kawan pria berusaha mendekati. Aku cuma sempat sekali dicium, itu pun sebab si nakal penciumnya menipu ku dengan pura-pura bakal berbisik. Aku tidak menikmati sama sekali ciuman yang cuma 2 detik itu. Dengan Arman, aku masuk ke dunia suami-istri semacam seorang buta dituntun seseorang yang terlatih untuk menuntun orang buta. Malam pertama kita tidak kan sempat kulupakan. Ia begitu sabar menuntunku, membangkitkan sesuatu yang kemudian tidak sempat tidur lagi! Baiknya kuakui saja, seks merupakan sesuatu yang sangat kusukai, serta Arman lah yang memberbagi kesukaan itu pertama kali.
Aku berhutang sepanjang hayat pada pria yang telah membawakan padaku sensasi indah itu. Perasaan ku padanya tidaklah dapat dibilang cinta, khususnya sebab aku sendiri tidak tahu apa itu cinta. Rupanya, tubuhku menyukainya, tetapi hatiku tidak sempat dapat memutuskan. Gairahku cepat terbangkit kalau disentuhnya, tetapi perasaanku kepadanya biasa-biasa saja, semacam perasaanku terhadap lelaki lain. Ia tidak seganteng artis pujaanku, tidak segagah kawan sekelasku, tidak seluar biasa seseorang yang sempat kulihat di sebuah mal.
Tetapi almarhum suamiku merupakan penggemar ulung. Di atas ranjang, ia dapat membikinku ketagihan. Percumbuan kita tidak sempat sebentar, kecuali pada malam pertama alias ketika ia sedang tidak enak badan (dua alias tiga kali saja sepanjang perkawinan permainan cinta kita berjalan 10 menit). Aku rutin dapat mengalami klimaks berkali-kali, serta suamiku rutin mampu menantikan hingga aku melalui setidaknya 3 klimaks. Belum sempat rasanya kita bersetubuh tidak lebih dari 1 jam. Sebulan seusai menikah, suamiku menawarkan kenikmatan jilatan lidahnya.
Suatu malam ia membikinku terduduk di sofa, mengangakan selanganku, serta menjilati tahap-bagian sensitif kewanitaanku, membikinku menggelepar-gelepar. Sejak itu aku rutin menjaga kebersihan serta keharuman selangkanganku, sebab setiap hari aku ingin dijilati di sana, meski pasti tidak setiap hari harapanku itu terpenuhi. Tetapi setidaknya setengah dari orgasme-orgasmeku datang dari lidahnya yang cekatan. Membayangkan lidahnya saja dapat membikinku merinding sendiri. Almarhum pula yang dapat menyetubuhiku dengan berkepanjangan, serta memberbagi padaku kenikmatan berkesinambungan. Pada awalnya aku berasumsi bahwa orgasme hanya datang dalam interval-interval.
Tetapi sebuahmalam Arman mencumbuku 2 jam penuh, tanpa sekali pun melepaskan kejantanannya dariku. Ia menggenjot-genjotkan tubuhnya dengan beberapa irama serta dari beberapa posisi. Ia menindihku serta menggenjot pelan serta panjang. Ia membalikkan tubuhku serta menyetubuhiku dari belakang. Ia membikinku bergantung di pinggir ranjang serta menggejot dari samping. Ia meperbuat segalanya dengan akurat, sementara aku sejak awal dilanda orgasme. Tidak berhenti hingga akhirnya ia letih sendiri, 2 jam kemudian.
Kini, seusai ia meninggal serta dikubur, aku semacam layang-layang putus talinya. Pada hari pemakaman aku menangis sejadi-jadinya, meski aku tidak sempat mengerti untuk apa aku menangis. Apakah sebab kehilangan sumber nafkah, ataukah sebab kehilangan sumber kenikmatan? Alias apa? Yang terang, seusai Arman meninggal, perlahan-lahan keadaan ekonomi ku memkurang baik. Aku tidak punya pengetahuan apa-apa. Sekolah ku hanya SMA, tanpa kepandaian lain tidak hanya membikin sayur asam. Orangtua serta mertuaku pun tidak berdaya, mereka telah terlalu tua untuk menanggungku.
Kakak-kakak ku tidak sempat nasib lebih baik dari ku, jadi rasanya berlebihan kalau bergantung kepadanya. Pekerjaan pertamaku sangat membikinku tertekan. Sebuah restoran membutuhkan pelayan, serta seorang kawan Arman (pria yang matanya rutin nakal memandangku) membawaku ke sana. Pemilik restoran memuji penampilanku (bukan arogan, wajah serta tubuhku mampu membikin pria berputar 180 derajat kalau berpapasan). Segera aku diterimanya, diberi seragam yang agak sempit (tapi justru menonjolkan keseksianku). Gajiku langsung disamakan dengan seorang yang telah berpengalaman, serta aku langsung dimusuhi kawan-kawan sesama pelayan.
Pekerjaan itu cuma berumur 5 hari. Pemilik restoran terlalu tidak jarang terbuktigilku ke kantornya, dengan argumen ingin berbincang-bincang. Tetapi matanya itu! Matanya rutin menatap bokong serta dada ku di setiap peluang. Pada hari keenam, aku tidak hadir. Pada hari ketujuh, pemilik restoran mengirimkan amplop gaji sebulan penuh lewat seorang supir. Ada surat singkat berbicara ia ingin berjumpa denganku di sebuah tempat, yang nyatanya merupakan sebuah motel. Surat itu kusobek sekecil-kecilnya.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *