Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar

Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar

Posted on

Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar | Dalam kehidupan Rena ada beberapa laki-laki, tetapi hanya 3 yg membuat Rena berkesan. Di antara ketiga orang ini, adalah Josh, seorang pria Indonesia dgn sedikit berdara Belanda di tubuhnya (ayahnya Ambon-Belanda, dan ibunya asli Jawa). Mrka bertemu ketika masih sama-sama kuliah di Bedford, Inggris. Pd awalnya mrka cuma berteman, dan Rena menyukai Josh yg jauh lebih easy going dibanding teman-teman Asia lainnya. Selain itu, Josh bisa bermain piano, sesuatu yg selalu menjadi kekaguman Rena.

Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar janda muda 22Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar | Selama kuliah, hubungan mrka tak pernah lebih dari teman. Baru setelah keduanya lulus, hubungan itu agak berubah. Kebetulan Rena mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan Inggris yg memiliki kantor cabang di Indonesia, dan Josh pernah pula bekerja paruh waktu di kantor yg sama.-cerita sex remaja– Mrka sering bepergian berdua, dan akhirnya memutuskan utk tinggal bersama dalam satu apartemen. Sejak itulah, hubungan seksual menjadi bagian dari persahabatan mrka. Hanya saja, persahabatan itu tak pernah berkembang lebih jauh. Keduanya tdk pernah saling mengucap cinta, dan keduanya tahu bahwa masing-masing punya orang-orang lain yg dicintai.

Josh adalah pria Asia satu-satunya yg bercinta dgn Rena, dan bagi Rena ia adalah sesuatu yg istimewa. Tetapi Rena jg tahu, perbedaan budaya keluarga mrka berdua sangatlah besar utk dijembatani dgn sesuatu yg lebih jauh dari persahabatan. Maka jadilah hubungan keduanya sebagai hubungan persahabatan dan seksual belaka. Beberapa kali mrka pernah mencoba melihat peluang utk meningkatkan hubungan, tetapi sekian kali pula mrka merasa tdk menemukan persamaan.

cerita sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar | Cerita mesum terbaru, Tak berapa lama setelah Rena mendapat kedudukan manajer dan dikirim ke Indonesia utk mewakili perusahaannya, Josh mendapat pekerjaan di Amerika Serikat. Perasaan duka menyelimuti keduanya ketika kenyataan itu tiba. Setelah hampir 2 tahun hidup bersama, sulit jg rasanya berpisah. Walaupun tdk menangis, Rena merasa sebuah kekosongan terjadi dalam hidupnya ketika mrka berpisah di Heathrow Airport di London. Mrka berjanji akan terus berhubungan, karena toh Josh masih memiliki orang tua di Jakarta dan sesekali akan datang menjenguk Rena.

Ketika pesawat yg membawanya ke Indonesia sudah berada 10.000 kaki di atas permukaan bumi, Rena menghela nafas panjang, dan tiba-tiba menyadari bahwa kedua matanya ternyata agak basah oleh air mata.

Cerita Sex 2016 Cumbuan Nikmat Dari Sang Pacar | Begitulah akhirnya Rena dan Josh dipisahkan oleh Lautan Pasifik. Kantor Josh ada di Boston, dan Rena di Jakarta. Tetapi untunglah ada e-mail yg bisa menjadi media bertukar berita di antara mrka berdua. Dan setelah 2 bulan, keduanya menjadi sama-sama sibuk dan perlahan-lahan semakin jarang bertukar berita. Pd bulan ke-6 di Indonesia, Rena sudah hampir tak pernah mengirim dan menerima e-mail dari Josh, dan kesibukan membuatnya tdk terlalu merasa kehilangan.Sampai suatu hari, di bulan September, 9 bulan lamanya setelah mrka berpisah, Rena mendapat sepotong berita pendek dari Josh …will visit my old folks in this Thursday, see you there… Rena terpana memandang layar komputernya-nya, seperti tak percaya bahwa ternyata ia akan segera bertemu Josh lagi. Dari tak percaya, perasaannya segera berubah gembira, dan ia mengangkat kedua tangan sambil berteriak,

“Yesss!”, membuat sekretarisnya terkejut.
“I’m okay, Lena…” ucap Rena sambil tertawa kecil melihat sekretarisnya melongo,
“I’m more than okay, actually…”
“Shall I write it down?” jawab Lena menggoda, karena ia memang sedang bersiap menerima dikte dari boss wanitanya ini. Rena pun tambah keras terbahak.

Josh tiba malam hari dan langsung menuju rumah orang tuanya. Dari sana ia menelpon Rena, dan membuat janji utk bertemu Sabtu siang ini. Dgn kaos t-shirt merah tua yg ketat dan rok jean Levi’s, Rena datang ke rumah orang tua Josh utk menjemputnya. Kedua orang tua Josh telah mengenal Rena dgn baik, dan keduanya memaksa Rena utk makan siang, yg tentunya tak bisa ditolak.

Sebetulnya, makan siang itu enak sekali: ayam panggang bumbu rujak, gado-gado dan udang goreng kering. Tetapi Rena dan Josh merasa tdk lapar. Sejak bertemu, yg ada di dalam diri mrka cuma gejolak rindu bercampur birahi. Bagi Rena, inilah pertama kali di Indonesia ia merasakan gejolak seperti itu. Ia begitu ingin segera memeluk Josh yg kini tampak lebih putih dgn rambut dicukur rapi. Ia ingin segera bercumbu dgn pria yg ia tahu sangat hangat di ranjang ini. Tetapi, di depan kedua orang tuanya dan dua adik perempuannya, Rena menjaga diri sekuat hati. Untunglah Josh membantunya dgn jg bersikap menahan diri. Kalau tdk ada keluarga Josh, mrka pasti sudah bergumul dan bercumbu saat itu jg.

Setelah 3 jam yg sangat menyiksa Rena dan Josh, setelah minum kopi yg disediakan ibu, barulah mrka berdua bisa keluar rumah. Mrka bilang ingin jalan-jalan berdua, dan kedua orang tua Josh mengangguk mahfum, tanpa banyak tanya lagi. Maka setelah berbasa-basi mengucapkan permisi, keduanya pun melesat menuju apartemen Rena di bilangan Kebayoran Baru. Josh yg memegang setir, dan Rena duduk rapat-rapat.

Sepanjang jalan, Rena meremas-remas paha Josh, menggeser-geserkan buah dadanya yg sintal ke lengan Josh, membuat Josh was-was takut menabrak mobil di depannya. Rena sudah sangat bergairah ingin bercumbu, dan badannya terasa hangat seperti bara yg siap berkobar menjadi api. Untunglah jalan-jalan tdk terlalu ramai di Sabtu sore ini, sehingga akhirnya mrka tiba di apartemen Rena sebelum matahari terbuka. Cepat-cepat mrka keluar dari mobil dan bagai dua remaja berlarian menuju lobby.

Sesampai di kamar apartemennya, Rena terburu-buru ke kamar mandi. Cepat-cepat diloloskannya celana dalam yg sudah agak basah di bagian bawahnya. Lalu ia masuk ke bath-tub dan mengambil sabun wangi. Diusapnya seluruh kewanitaanya dgn busa-busa sabun, lalu dibasuhnya dgn air hangat. Ia ingin agar kewanitaannya harum menggairahkan malam ini, karena ia tahu Josh akan memberikan sesuatu yg selama ini menjadi favorit Rena: lidahnya yg panas dan cekatan!

 

Keluar dari kamar mandi, Rena melihat Josh sudah ada di kamar tidur, membuka kaos dan jeans-nya, sehingga hanya bercelana dalam. Dgn mata bergairah, dipandangnya tubuh yg kokoh dan atletis itu. Rena sangat mengagumi tubuh Josh yg coklat kehitaman, tdk seperti tubuhnya yg baginya terlalu putih. Sebuah denyut birahi terasa di kewanitaannya setiap kali Rena memandang tubuh lelaki itu. Cepat-cepat dibukanya t-shirt, beha dan roknya, lalu ia segera menyusul Josh ke kamar tidur.

Sejak dari rumah Josh tadi, Rena sudah dilanda birahi. Ia ingin segera bermain cinta dgn lelaki menggairahkan ini. Terakhir kalinya ia bertemu Josh hampir setahun lalu, itu pun dalam sebuah permainan cinta yg terburu-buru, karena mrka sedang sama-sama sibuk. Kejadiannya jg di sebuah motel kecil di Bedford, sesaat sebelum Rena berangkat ke Indonesia dan Josh bertugas ke Amerika Serikat.

Tanpa basa-basi, Josh mendorong tubuh Rena ke kasur, menyebabkan gadis pirang yg seksi ini terjerembab di kasur empuk. Keduanya sudah seperti diburu-buru oleh nafsu yg bergejolak tak tertahankan. Josh menerkam tubuh putih mulus yg sintal dan padat itu dgn penuh gairah. Rena menjerit manja menyambutnya. Mrka berguling-gulingan saling berciuman, saling meremas, saling menindih. Sprei dan bantal segera berantakan dibuatnnya.

Josh segera mengambil inisiatif kala tubuh mrka sudah terasa panas bergejolak. Didorongnya Rena dgn lembut agar tidur menelentang. Setengah dari badannya terletak di luar ranjang, sehingga kedua kakinya yg indah menggantung di pinggir ranjang. Lalu Josh berjongkok di antara kedua kaki Rena, dan Rena dgn tegang menunggu layanan istimewa kekasihnya. Inilah permainan pembukaan yg selalu dinantinya dgn penuh antisipasi. Belum apa-apa, Rena sudah bergidik menahan geli yg akan segera datang. Josh pun menciumi paha yg mulus ditumbuhi bulu-bulu halus itu, membuat Rena mengerang pelan. Apalagi kemudian Josh mulai menjilati pahanya, menelusuri bagian bawah lututnya. Rena menggelinjang kegelian.

Rena merasa pahanya bergetar lembut ketika lidah Josh mulai menjalar mendekati selangkangnya. Panas dan basah rasanya lidah itu, meninggalkan jejak sensasi sepanjang perjalanannya. Rena menggeliat kegelian ketika akhirnya lidah itu sampai di pinggir bibir kewanitaannya yg telah terasa menebal. Ujung lidah Josh menelusuri lepitan-lepitan di situ, menambah basah segalanya yg memang telah basah itu. Terengah-engah, Rena mencengkeram rambut Josh dgn satu tangan, perlahan menekan, memaksa pria itu segera menjilatnya di daerah yg paling sensitif.

Dgn satu tangan lainnya, Rena menguak lebar bibir-bibir basah di bawah itu, memperlihatkan liang vaginanya kemerahan yg berdenyut-denyut, dan sebuah tonjolan kecil di bagian atas yg telah mengeras. Lidah Josh menuju ke sana, perlahan sekali. Rena mengerang, “Come on…. come on..”, bisiknya gelisah. Rasanya lama sekali, membuat Rena bagai layg-layg yg sedang diulur pd saat seharusnya ditarik. Rena mati angin. Tak berdaya, tetapi sekaligus menikmati ketdkberdayaan itu.

Josh akhirnya menjilat bagian kecil yg menonjol itu, menekan-nekan dgn ujung lidahnya, memutar-mutar sambil menggelincirkannya. Rena menjerit tertahan, kedua tangannya melayg lalu jatuh mencengkram sprei. Geli sekali rasanya, ia sampai menggeliat mengangkat pantatnya, menyorongkan lebih banyak lagi kewanitaannya ke mulut Josh. Serasa seluruh tubuhnya berubah menjadi cair, menggelegak bagai lahar panas.

Josh kini menghisap-hisap tonjolan yg seperti sedang lari bersembunyi di balik bungkus kulit kenyal yg membasah itu. Tubuh Rena berguncang di setiap hisapan, sementara mulutnya tak berhenti mengerang. Terlebih-lebih ketika satu jari Josh menerobos liang vaginanya, lalu mengurut-urut dinding atasnya, mengirimkan jutaan rasa geli bercampur nikmat ke seluruh tubuh Rena. Kedua kakinya yg indah terbuka lebar, terkuak sejauh-jauh mungkin, karena Rena ingin Josh menjelajahi semua bagian kewanitaannya. Semuanya!

Maka Josh pun melakukannya. Ia tdk hanya menjilat dan menghisap, tp jg menggigit pelan, memutar-mutarkan lidahnya di dalam liang vaginanya yg panas membara itu, mendenguskan nafas hangat ke dalamnya, membuat Rena berguncang-guncang merasakan nikmat yg sangat. 2 jari Josh kini bermain-main di sana, keluar-masuk dgn bergairah, menggelitik dan menggosok-gosok, menekan-nekan dan mengurut. Cairan-cairan hangat memenuhi seluruh kewanitaan Rena, mulai membasahi bibir dan dagu Josh. Jari-jari yg keluar-masuk itu pun telah basah, menimbulkan suara berkecipak yg seksi. Rena menggelinjang tak tahan lagi, merasakan puncak birahi melanda dirinya. Matanya terpejam menikmati sensasi yg meletup-letup di sela-sela pahanya, di pinggulnya, di perutnya, di dadanya, di kepalanya, di mana-mana!

Josh merasakan kewanitaan Rena berdenyut liar, bagai memiliki kehidupan tersendiri. Warnanya yg merah basah, kontras sekali dgn rambut-rambut pirang di sekitarnya, dan dgn tubuhnya yg putih seperti pualam. Dari jarak yg sangat dekat, Josh dapat melihat betapa liang vaginanya Rena membuka-menutup dan dinding-dindingnya berdenyut-denyut, sepertinya jantung Rena telah pindah ke bawah. Josh jg bisa melihat betapa otot-otot di pangkal paha Rena menegang seperti sedang menahan sakit. Kedua kakinya terentang dan sejenak kaku sebelum akhirnya melonjak-lonjak tak terkendali. Josh terpaksa harus memakai seluruh bahu bagian atasnya utk menekan tubuh Rena agar tak tergelincir jatuh. Begitu hebat puncak birahi melanda Rena, sampai dua menit lamanya perempuan yg menggairahkan ini bagai sedang dilanda ayan. Ia menjerit, lalu mengerang, lalu menggumam, lalu hanya terengah-engah.

Josh bangkit setelah Rena terlihat agak tenang. Berdiri, ia melepas celana dalamnya. Kelaki-lakiannya segera terlihat tegak bergerak-gerak seirama jantungnya yg berdegup keras. Rena masih menggeliat-geliat dgn mata terpejam, menampakkan pemandangan sangat seksi di atas hamparan sprei satin mewah berwarna biru muda. Tangan Rena mencengkram sprei bagai menahan sakit, kedua pahanya yg indah terbuka lebar, kepalanya mendongak menampakkan leher yg mulus menggairahkan, rambut pirangnya terurai bagai membingkai wajahnya yg sedang berkonsentrasi menikmati puncak birahi. Josh menempatkan dirinya di antara kaki Rena, lalu mengangkat kedua paha Rena, membuat kewanitaannya semakin terbuka.

Rena tersadar dari buaian orgasmenya, dgn segera menuntun kejantanan Josh memasuki gerbang kewanitaannya. Tak sabar, ia menjepit pinggang Josh dgn kedua kakinya, membuat pria itu terhuyung ke depan, dan dgn cepat kelaki-lakiannya yg tegang segera melesak ke dalam tubuh Rena. Bagi Josh, rasanya seperti memasuki cengkraman licin yg panas berdenyut. Bagi Rena, rasanya seperti diterjang batang membara yg membawa geli-gatal ke seluruh dinding kewanitaannya. Belum apa-apa, Rena sudah terlanda gelombang puncak birahinya yg kedua. Begitu cepat!

Josh pun segera melakukan tugasnya dgn baik, mendorong, menarik kejantanannya dgn cepat. Gerakannya ganas, seperti hendak meluluh-lantakkan tubuh putih Rena yg sedang menggeliat-geliat kegelian itu. Tak kenal ampun, kejantanan Josh menerjang-nerjang, menerobos dalam sekali sampai ke dinding belakang yg sedang berkontraksi menyambut orgasme. Rena menjerit-jerit nikmat, menyuruh Josh lebih keras lagi bergerak, mengangkat seluruh tubuh bagian bawahnya, sehingga hanya bahu dan kepalanya yg ada di atas kasur.

Josh mengerahkan seluruh tenaganya utk memenuhi permintaan Rena. Otot-otot bahu dan lengannya kelihatan menegang dan berkilat-kilat karena keringat. Pinggangnya bergerak cepat dan kuat bagai piston mesin-mesin di pabrik. Suara berkecipak terdengar setiap kali tubuhnya membentur tubuh Rena, ramai sekali di sela-sela derit ranjang yg bergoyang sangat keras.

Rena tak lagi sadar sedang berada di mana. Ia berteriak bagai kesetanan merasakan kenikmatan yg ganas dan liar. Seluruh tubuhnya terasa dilanda kegelian, kegatalan yg membuat otot-otot menegang. Kewanitaannya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kenikmatan yg tak terlukiskan. Setiap kali kejantangan Josh menerobos masuk, ia merasa bagai tersiram berliter-liter air hangat yg memijati seluruh tubuhnya. Setiap kali Josh menariknya keluar, Rena merasa bagai terhisap pusaran air yg membawanya ke sebuah alam penuh kenikmatan belaka. Dgn mata terus terpejam, Rena menjeritkan penyerahan sekaligus pengesahan atas datangnya puncak birahi yg tak terperi. Josh merasakan kejantanannya bagai sedang dipilin dan dihisap oleh sebuah mulut yg amat kuat sedotannya.

 

Ia pun tak tertahankan lagi, memuncratkan seluruh penantian panjangnya, memuntahkan seluruh rasa terpendamnya, bercipratan membanjiri seluruh rongga kewanitaan Rena yg sedang megap-megap dilanda orgasme. Rena mengerang merasakan siraman birahi panas yg seperti hendak menerobos setiap pori-pori di tubuhnya. Rena mengerang dan mengerang lagi, sebelum akhirnya terjerembab dgn tubuh bagai lumat di atas kasur. Josh menyusul roboh menimpa tubuh putih yg licin oleh keringat itu. Nafas mrka berdua tersengal-sengal bagai perenang yg baru saja menyelesaikan pertandingan di kolam renang.

“Oh, kamu liar sekali, Josh. Betul-betul liar…” kata Rena akhirnya, setelah ia berhasil mengendalikan nafasnya yg memburu. Josh cuma menggumam, menenggelamkan kepalanya di antara dua buah dada Rena yg montok dan lembut itu.

Setelah beberapa saat, Rena bertanya,

“Berapa lama kamu di sini, Josh?”
“Aku harus berangkat kembali Senin pagi”, jawab Josh diwarnai keengganan. Rena terdiam.

Singkat sekali pertemuan ini, pikirnya. Sambil memeluk Josh, ia menggumam,

“Kalau begitu kamu harus menginap di sini.”
“Bagaimana kalau aku tdk mau…” jawab Josh menggoda.
“Kalau begitu, aku yg menginap di rumah orang tuamu..” sahut Rena cepat-cepat.

Josh tertawa,

“Kalau begitu, sebaiknya aku menginap di sini!” -cerita hot

Dgn gemas Rena berguling menindih tubuh Josh, menggigit bahunya cukup keras sehingga Josh tersentak dan membalasnya dgn menggulingkan kembali tubuh Rena. Mrka berdua tertawa-tawa seperti anak-anak bermain gulat. Cairan-cairan cinta mrka berjatuhan menimpa sprei, melekat di tubuh mrka berdua, sebuah perpaduan tubuh putih mulus dan tubuh coklat.

Malam itu mrka bercumbu tak henti-hentinya sampai pagi. Bagi Rena, inilah percumbuan terpanjangnya dgn Josh, dan justru terjadi saat mrka tak lagi tinggal bersama!

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *