jhjh

Cerita Dewasa Awal Dari Tugas

Posted on

Cerita Dewasa Awal Dari Tugas – Tugas kuliah kali ini aku harus meneliti di suatu desa yan terpencil yang letaknya di Jawa Tengah, yang mana memang desanya itu sepi dari kendaraan apalagi mobil, karena memang jaraknya jauh jadi ankutan kota belum sampai ke desa tersebut kira kira membutuhkan waktu 2 jam dari jalan raya sampai ke desa ini.

jhjh Cerita Dewasa Awal Dari Tugas Cerita Dewasa Awal Dari Tugas jhjh

Cerita Sex” Desa yang aku kunjungi menurut warga disekitar terdapat kurang lebih 120 kepala rumah tangga, wow sedikit sekali dalam batinku, aku melihat hanya satu TV di desa ini dan cara menyalakannya harus menggunkan AKI, memang susah juga listrik masuk ke desa ini, ya inilah kenyataanku saat mendapat tugas kuliah dari ibu Dosen.

Cerita Dewasa Awal Dari Tugas – Dimana aku menginap di rumah seketaris desa dan untungnya yang temui ibu muda berumuran 35 tahun tubuhnya yang masih langsing dan terawat dan beda lah dengan wanita wanita lain didesa ini. Ibu Novi ini ternyata sudah janda dan beranak satu.

cerita dewasa Awal Dari Tugas – Dan yang menjadikan aku sangat bernafsu adalah karena statusnya yang janda beranak satu.Di suatu sore, menjelang malam, ketika baru datang dari kampus untuk konsultasi skripsi, kudapati rumah Mbak Novi (begitulah panggilan Sekretaris Desa yang rumahnya kutempati itu) tampaknya sepi.

Cerita Sex” Badanku basah kuyup, karena kehujanan sepanjang perjalanan kaki dari jalan raya. Aku dorong pintunya dan ternyata tidak terkunci. Aku segera menuju ke kamarku, kulepas semua pakaianku dan kukeringkan dengan handuk.

Tiba-tiba ada suatu langkah mendekati kamarku, kuintip dari balik korden, Mbak Novi mendekat ke kamarku.

“Ini kesempatan,” pikirku.

cerita dewasa Awal Dari Tugas – Aku terus mengeringkan kepalaku dengan handuk sehingga mataku tertutup dan pura-pura tidak tahu kalau Mbak Novi mendatangi kamarku. Tanpa kusengaja kemaluanku jadi bertambah besar.

cerita sex” Tergantung kesana-kemari ketika tubuhku tergoncang karena gosokan yang keras di kepalaku.Benar saja Mbak Novi menyingkapkan korden, namun aku pura-pura tidak melihatnya, walaupun dari pori-pori handuk aku melihat Mbak Novi dengan raut wajahnya agak terkejut, tetapi dia diam saja.

cerita sex” Bahkan sepertinya dengan seksama memperhatikan alat vitalku yang makin lama makin besar oleh tatapan Mbak Novi. Aku pura-pura terkejut ketika kulepas handukku dari kepalaku.

“Oh, Mbak Novi, kirain siapa,” Aku sengaja membiarkan kemaluanku tidak kututupi, ada perasaan bangga mempertontonkan kemaluanku disaat sedang gagah-gagahnya.

“Dik Windu, datang kok nggak bilang-bilang,” bicaranya cukup tenang, seakan-akan tidak melihatku aneh.

“Iya Mbak, baru datang terus kehujanan.”

“Aduh, nanti masuk angin, aku ambilkan minyak angin ya.”

“Nggak usah Mbak, takut panas.”

“Lha iya biar anget gitu lho.”
“Maksud saya, takut panas kalau kena ini, lho Mbak.”

“Ah Dik Andrebisa aja, mikiran apa sih kok ngacung-ngacung kayak gitu,” kali ini Mbak Novi mau melihat terpedoku, aku bahagia sekali.

“Ih, gede banget sih Dik.”

“Pernah aku ukur 17 cm kok Mbak,” Aku berjalan mendekatinya.

“Dik Andrebisa aja, pake diukur-ukur segala,” kupegang pundaknya, dan dia diam saja. “Kok sepi Mbak, kemana anak-anak lain.”

“Anu.. khan, lagi bertemu Bapak Bupati,” tampaknya ia agak gugup dan seperti mau melangkah ke belakang. Tetapi kutahan dia, bahkan ketika kucium pipinya ia diam saja. Kulanjutkan dengan bibirnya, ia juga diam saja.

“cerita sex” Bahkan memberikan sambutan yang hangat.Kini Mbak Novi yang aktif menciumi tubuhku dengan gemasnya, aku diam saja, dan kulucuti pakaiannya. Ketika kubuka BH-nya, aku tertegun, payudaranya masih kencang dan mulus, ukurannya sedang.

Perutnya ramping, cembung di bawah, sedikit di atas jembutnya. Mbak Novi terus menyerangku dengan kecupan-kecupan yang membuatku kelabakan dan jatuh ke tempat tidur karena terdorong oleh kuatnya desakan Mbak Novi yang sudah telanjang bulat itu.

“cerita sex” Aku hanya bisa memegang payudaranya sambil memijat, mengelus dan memelintir putingnya.Mbak Novi terus mengecup setiap inci dari tubuhku, dadaku, lenganku, perutku dan pahaku. Kejantananku yang sudah sangat keras dipegangnya terus seakan sudah menjadi hak miliknya saja.

Dikecupnya ujung kemaluanku, aku mengelinjang kegelian. Namun Mbak Novi tidak meneruskan. Sambil tersenyum manis ia berkata, setengah berbisik,

“Nanti saja..” Sambil memeluk dan menciumku dengan hangat dan membalikkan posisinya sehingga aku berada di atasnya. Kini posisiku lebih leluasa, aku bisa pandangi kemolekan tubuh Mbak Novi, setiap senti dari permukaan tubuh itu kuciumi dengan penuh nafsu. Nafas Mbak Novi makin memburu, lama kutempelkan pipiku pada perutnya.

“cerita sex” Perasaan senang luar biasa menyelimutiku. Sambil tanganku terus meremas-remas payudaranya. Kuturunkan kepalaku ke bawah, kuciumi paha sebelah dalam Mbak Novi, hingga sampailah ke jaringan lunak yang berada di tengah selangkangannya.

Kujilati benda itu, hingga Mbak Novi menjerit kecil sambil mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, seakan-akan menginginkan aku menjilatinya. Liang kewanitaan Mbak Novi sudah sangat basah, aku terus menjilati daging kecil yang ada di bagian atas kemaluannya, yang menurutnya bernama “itil” ya mungkin bahasa kerennya ya “klitoris” itu.

“cerita sex” Setelah jenuh aku menjilati liang kewanitaannya, aku bersiap-siap mengarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya, Dengan cekatan ia bimbing batang kejantananku hingga di depan gerbang kewanitaannya.

Dengan sekali sentak masuklah kepala burungku. Tampak masih lumayan seret, sehingga tidak semuanya langsung bisa menghujam ke dalam liang kewanitaannya. Setelah beberapa kali maju mundur barulah semuanya tenggelam hingga kurasakan ujung kemaluanku menyentuh dinding kewanitaannya yang paling dalam.

Mbak Novi melenguh, menjerit dan makin memelukku dengan kuat. “Terus Dik.. terus Dik.. Tahan Dik, aku.. mau.. keluar, Ohh..” Dia memelukku dengan kuat sambil meluruskan kakinya, hingga batang kejantananku terasa terjepit.

“cerita sex” Dengan nikmatnya. Hingga akupun tidak tahan lagi membendung air maniku bertahan. Aku segera mencabut kejantananku dan kukocok-kocok hingga muncratlah air maniku di atas perutnya.Beberapa detik kemudian heninglah suasana di kamar itu.

Tampaknya hari sudah mulai malam, hujan terus turun dengan derasnya. Namun nafas Mbak Novi yang memburu dan tubuhnya terbaring dengan lunglai. Aku terlentang di sampingnya. Dia segera tertidur dengan kepala di atas perutku, menghadap ke kemaluanku.

Akupun tampaknya terlena juga. Pada waktu Mbak Novi membangunkanku, untuk makan malam. Aku memakai piyamaku dan menuju ke ruang makan, Mbak Novi mengenakan daster yang tipis. Ketika kurogoh dari bawah dasternya, ternyata ia tidak memakai celana dalam.

“cerita sex” Mbak Novi mengelak dengan genit meskipun sempat tersentuh juga.Dalam percakapan selama makan malam, baru kutahu bahwa dia mempunyai anak perempuan yang sedang sekolah di Sekolah Pekerja Sosial di Semarang.

Setiap minggu ia pulang ke rumah. Nani, anak Mbak Novi, memang manis dan supel. Pada suatu hari minggu ia memang datang dan aku sempat ngobrol dengan Nani. Waktu itu ibunya sedang ada tugas mendampingi Pak Kades menerima kunjungan anggota DPRD.

Saking akrabnya aku ngobrol dengan Nani, hingga tidak canggung-canggung lagi ia masuk keluar kamarku maupun sebaliknya. Bahkan ketika Nani memintaku untuk membuat salah satu tugas teks pidato, aku tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamarnya.

“cerita sex” Secara tidak sengaja aku menemukan amplop kecil di atas meja belajarnya. Ketika kubuka ternyata gambarnya adalah gambar porno kategori XX. Nani cuek saja ketika kuamati gambar-gambar tersebut.

Tidak terasa bagian bawahku mulai berontak.Tiba-tiba Nani membungkukkan badan di depanku, sambil ikut melihat gambar-gambar porno tersebut. “Nani, nggak pakai BH lho..” Aku kaget bukan kepalang, mendengar suara manja itu, dan kulihat wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku.

“cerita sex” Dan yang lebih dahsyat lagi adalah, dengan posisi menduduk itu maka payudaranya yang bebas tidak terbungkus BH itu tergantung indah.Aku segera meraihnya, sambil kucium bibirnya. Sebagai tindakan naluri dan refleks priaku saja.

Nani membalasnya dengan tidak mau kalah lahapnya. Kubuka T-shirtnya, dan kuciumi putingnya yang kecil tetapi panjang, seperti puting ibunya. Dan kulepas semua pakaiannya, terakhir adalah celana dalamnya.

“cerita sex” Kuraih kemaluannya, jembutnya masih jarang, sehingga belahan liang kewanitaannya yang berwarna merah jambu dapat terlihat dengan jelas. Ia susupkan tangannya ke dalam celana pendekku. Begitu menemukan batang pelerku yang sudah sangat tegang ia lemas dan menarikku ke tempat tidurnya.

Aku melepaskan pakaianku, hingga telanjang bulat. Aku baringkan di tempat tidurku, dengan posisi telentang, memberikan kesempatan bagi Nani untuk menikmati bagian tubuhku yang sangat kubanggakan itu.

“cerita sex” Benar saja, ia dengan sigap meraih kemaluanku dan mengulumnya, meskipun masih sangat tidak profesional, tetapi kuhargai juga keberaniannya. Barangkali ia hanya ingin mempraktekkan apa yang pernah ia lihat pada foto porno.

“Jangan kena kena gigi,” seruku ketika giginya menggesek ujung kemaluanku, yang membuatku nyengir.

“Eh sorry, Mas..” Lalu ia jilati seluruh permukaan batang kejantananku, hingga kedua pelerku tidak luput dari serangan ini.

“cerita sex” Aku hanya meringis menikmatinya.Setelah tidak ada lagi variasi darinya memperlakukan kemaluanku, kubimbing dia untuk terlentang. Ia menurut ketika kubuka pelan-pelan pahanya, kini dengan jelas liang kewanitaan yang manis bentuknya itu.

Ketika kusibakkan, kulihat warna merah menantang, sedangkan lendirnya sudah banyak mengalir ke sprei batiknya. Posisiku sudah siap untuk menyetubuhinya. Batang kemaluanku sudah tepat di depan mulut liang kewanitaannya.

“Nan, masih perawan nggak, aku masukin ya?” pintaku.

Nani tidak menjawab namun dengan kuat ia menarik bokongku, hingga amblaslah batang kejantananku memasuki wilayah terlarangnya. Memang baru separuh, sempit sekali, aku hampir tidak tega ketika Nani meringis sambil memejamkan matanya.

“Kenapa Nan, Mas cabut ya..”

“Jangan,” bisik Nani sambil menjepit punggungku dengan kedua kakinya. Kugerakkan maju mundur pelan-pelan, karena sempitnya liang kewanitaannya.

“cerita sex” Membuat Nani mengeleng-gelengkan kepalanya kekiri dan kekanan hingga sebuah jeritan panjang. Namun segera kuciumi mulutnya agar jeritan itu tidak terdengar tetangga.Orgasme Nani lama sekali, seperti orang kesurupan, kepalanya kupegangi kuat-kuat agar mulutnya tidak lepas dari ciumanku.

Sehingga suara jeritan itu tertelan sendiri. Badannya kejang, pelukannya kencang sekali. Akhirnya tumpahlah kenikmatan Nani. Aku sangat gembira bisa memuaskannya. Biarpun maniku belum keluar, aku puas sekali.

“cerita sex” Nani tertidur, aku segera berpakaian, dan dengan berjingkat ke arah kamarku dekat kamar Mbak Novi. Di depan kamar Mbak Novi kudengar suara, saat kusingkap dan aku terkejut ternyatan ada Mbak Novi.

Aku ketakutan dan hampir tidak bisa bicara. Dengan suara seadanya aku mendesis,

“Oh, Mbak kok sudah pulang.” Tidak kusangka Mbak Novi tersenyum manis, mendekatiku dan mencium bibirku.

“Jangan buat anakku hamil, ya.”

“Jadi, Mbak tahu kalau akau habis begituan sama Nani?”

“He eh, anak sekarang memang lain dengan jaman saya dulu, baru kenal sudah tidur bareng.”

“cerita sex” Aku hampir tidak percaya ini, kemaluanku masih belum lemas, karena memang belum keluar. Mbak Novi tahu itu. Ia lepaskan celanaku dan segera dihisap-hisapnya kejantananku dengan lihainya hingga keluarlah maniku ke dalam mulutnya.

Mbak Novi tersedak, dan segera menuju dapur meminum air kendi. Aku hanya bengong saja. Lama tidak bergerak dari tempatku berdiri. Kemaluanku tergantung dengan santainya.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *