Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya

Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya

Posted on

Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya | Sebuah Cerita Sex yang cukup hilang ingatan, seseorang pria bersetubuh atau ngentot dengan tetangga barunya, seseorang tante janda yang hiperseks serta lantas dilanjutkan dengan anak wanita si tante. Simak cerita komplitnya di bawah ini!

Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya tante bugil10Cerita Dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya | Panggil saja saya Ade, panggilan keseharian walau saya bukanlah anak bontot. Saya murid SMU kelas 3. Saya tinggal di suatu perumahan di Jakarta. Daerahnya mirip-mirip di PI deh, namun bukanlah perumahan “or-kay” kok. Kurang lebih sebagian bln. lantas, rumah kontrakan kosong di samping kiri rumahku dihuni oleh keluarga baru. Awalannya mereka tidak sering terlihat, tetapi sekitardua minggu lalu mereka telah cepat akrab dengan tetangga? tetangga kurang lebih. Nyatanya penghuninya seseorang wanita dengan perkiraanku umurnya baru 30-an, anak perempuannya serta seseorang PRT. Nama komplitnya saya tidak paham, tetapi nama panggilannya Tante Yana. Anaknya bernama Anita, sepantaran denganku, siswi SMU kelas 3. Nyatanya Tante Yana yaitu janda seseorang bulekalau tak salah, asal Perancis. Sikapnya friendly, mudah di ajak bercakap. Namun, yang paling penting yaitu penampilannya yang “mengundang”. Rambutnya ikal dibawah telinga. Kulitnya coklat muda. Bodinya tak langsing namun bila dipandang selalu, jadi jadi seksi. Payudaranya juga besar. Taksiranku kurang lebih 36-an.

 

cerita dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya | Yang membikin mengundang yaitu Tante Yana kerap menggunakan pakaian sleeveless dengan celana pendek kurang lebih empat jari dari lutut. Bila duduk, celananya terlihat sempit oleh pahanya. Berwajah tak cantik? cantik sangat, muka ciri khas Tanah air, jenis yang disuka beberapa orang bule. Seperti bodinya, berwajah juga bila di perhatikan, terlebih bila pakaiannya agak “terbuka”, jadi jadi muka? muka ranjang gitu deh. Dari langkah berpakaiannya saya menduga bila Tante Yana ituhypersex. Bila Anita, kebalikan ibunya. Berwajah cantik Indo, serta kulitnya putih. Rambutnya hitam kecoklatan, iris tepi sebahu. Walau buah dadanya tak terlampau besar, kecocokan bajunya malah bikin Anita jadi seksi. Kelihatannya saya diserang sindrom tetangga samping nih.

 

cerita dewasa 2016 Ngentot Tante Hiperseks Dan Anaknya | Berhari-hari berlalu, nafsuku pada Tante Yana makin bergolak oleh karena itu saya kerap nekat ngumpet dibalik semak-semak, masturbasi sembari melihati Tante Yana bila tengah diluar rumah. Namun pada Anita, nafsuku cuma sedikit, itu juga lantaran kecantikannya serta kulit putihnya. Nafsu besarku terkadang membuatku mau tunjukkan batangku di depan Tante Yana serta masturbasi didepan dia. Pernah sesekali kujalankan niatku itu, tetapi cocok Tante Yana melalui, cepat-cepat kututup “anu”-ku dengan pakaian, lantaran takut mendadak Tante Yana melapor sama ortu. Namun, sebenarnya tidak sama. Tante Yana malah menyapaku, (serta kusapa balik sembari menutupi kemaluanku), serta cocok di depan pagar tempat tinggalnya, ia tersenyum sinis yang menjurus ke senyuman nakal. “Ehem.. hmm.. ” dengan sorotan mata nakal juga. Sesaat saya terbengong serta menelan ludah, dan jadi tambahnafsu.

Lalu, disuatu saat, kuingat sekali itu hari Rabu. Waktu saya pulang kuliah serta ingin buka pagar rumah, Tante Yana memanggilku dengan lembut, “De, sini dahulu.. Tante bikinin makanan nih buat papa-mamamu. ” Segera saja kujawab, “Ooh, iya Tante.. ” Nafasku segera memburu, serta dag dig dug. 1/2 batinku takut serta ragu-ragu, serta setengahnya lagi malah menyuruh agar “mengajak” Tante Yana. Tante Yana menggunakan pakaian sleeveless hijau muda, serta celana pendek hijau muda juga. Pasca masuk ke ruangan tamunya, nyatanya Tante Yana cuma sendirian, tuturnya pembantunya lagi berbelanja. Situasi itu membuatku makin dag dig dug. Mendadak tante memanggilku dari arah dapur, “De, sini nih.. makanannya. ” Memanglah benar sih, terdapat banyak piring makanan diatas baki telah Tante Yana susun.

Waktu saya ingin mengangkat bakinya, mendadak tangan kanan Tante Yana mengelus pinggangku sedangkan tangan kirinya mengelus punggungku. Tante Yana lantas merapatkan berwajah di pipiku sembari berkata, “De, mm.. anda.. nakal juga yah nyatanya.. ” Dengan tergagap-gagap saya bicara, “Emm.. ee.. nakal bagaimana sih Tante? ” Jantungku lebih cepat berdegup. “Hmm hmm.. pura-pura tidak inget yah? Anda nakal.. ngeluarin titit, telah gitu ngocok-ngocok.. ”Tante Yana melanjutkan bicaranya sembari meraba-raba pipi dekat bibirku. Kontan saja saya lebih gagap plus kaget lantaran Tante Yana nyatanya tahu. Tersebut penyebab dia tersenyum sinis serta nakal saat itu. Saya lebih gagap, “Eeehh? Eee.. itu.. ” Tante Yana segera memotong sembari berbisik sembari selalu mengelus pipiku serta bahkan juga pantatku. “Kamu ingin yah sama Tante? Hmm? ” Tanpa ada banyak omong-omong lagi, tante segera mencium ujung bibir kananku dengan sedikit sentuhan ujung lidahnya.

Nyatanya benar perkiraanku, Tante Yana hypersex. Saya tidak ingin kalah, kubalas segeraciumannya ke bibir tidak tipis seksinya itu. Lantas kusenderkan diriku di tembok samping wastafel serta kuangkat pahanya ke pinggangku. Ciuman Tante Yana sangatlah erotis serta bertempo cepat. Kurasakan bibirku serta beberapa pipiku basah lantaran dijilati oleh Tante Yana. Pahanya yang tadi kuangkat saat ini menggesek-gesek pinggangku. Disebabkan erotisnya ciuman Tante Yana, nafsuku jadi jadi tambah. Kumasukkan ke-2 tanganku ke balik pakaiannya di punggungnya seperti memeluk, serta kuelusi punggungnya. Waktu kuelus punggungnya, Tante Yana mendongakkan kepalanya serta terengah. Sesekali tanganku tentang tali BH-nya yang lalu lepas disebabkan gesekan tanganku. Lalu Tante Yana mencabut bibirnya dari bibirku, menyudahi ciuman serta mengajakkuuntuk ke kamarnya.

Kami cepat-cepat ke kamarnya lantaran sangatlah bernafsu. Saya hingga tak memerhatikan bentuk serta isi kamarnya, segera direbah oleh Tante Yana serta melanjutkan ciuman. Posisi Tante Yana yaitu posisi senggama kesukaanku yakni nungging. Ciumannya betul-betul erotis. Kumasukkan tanganku ke celananya serta saya segera mengelus belahan pantatnya yang nyaris tentang belahan vaginanya. Tante Yana yang hyper itu segera menanggalkan kaosku dengan agak cepat. Namun pasca itu ada adegan baru yang belum pernah kulihat baik di film semi maupun di BF manapun. Tante Yana meludahi dada abdomen-ku serta menjilatinya kembali. Sesekali saya terasa seperti ngilu ketikalidah Tante Yana tentang pusarku. Saat saya coba mengangkat kepalaku, kulihat sisi leher kaos tante Yana kendor, oleh karena itu buah dadanya yang bergoyang-goyang tampak terang. Lalu kupegang pinggangnya serta kupindahkan posisinya ke bawahku. Lantas, kulucuti kaosnya dan beha nya, kulanjutkan menghisapi puting payudaranya. Terlihat Tante Yana kembali mendongakkan kepalanya serta terengah sesekali memanggil namaku.

Sembari selalu menghisap serta menjilati payudaranya, kulepas celana panjangku serta celana dalamku serta kubuang ke lantai. Nyatanya cocok kupegang “anu”-ku, telah ereksi dengan level maksimum. Sangatlah keras serta saat kukocok-kocok sesekali tentang serta menggesek urat-uratnya. Tante Yana juga melepas celana-celananya serta mengelusi bulu-bulu serta lubang vaginanya. Ia juga memperoleh sedikit mani dari vaginanya serta memasukkan jari-jari itu ke mulutku. Saya segera turunkan kepalaku serta menjilati daerah “bawah” Tante Yana. Terasa agak seperti asin-asinditambah lagi hadirnya cairan yang keluar dari lubang “anu”-nya Tante Yana. Namun tetap harus saya menikmatinya. Di dalam nikmatnya menjilat-jilati, ada nada seperti pintu terbuka tetapi terdengarnya tak demikian terang. Saya takut ketahuan oleh pembantunya atau Anita.

Sesaat saya berhenti serta ngomong sama Tante Yana, “Eh.. Tante.. ” Nyatanya tante malah melanjutkan “adegan” serta berkata, “Ehh.. bukanlah siapa-siapa.. egghh.. ” sembari mendesah. Posisiku saat ini dibawah lagi serta saat ini Tante Yana tengah menghisap “lollypop”. Ereksikusemakin maksimum saat bibir serta lidah Tante Yana menyentuh bagian-bagian batangku. Tante Yanamengulangi adegan meludahi kembali. Ujung penisku diludahi serta sekujurnya dijilati perlahan-lahan. Pikirkan, bagaimanakah ereksiku tak lebih maksimum?? Tidak lama, Tante Yana yang semula nungging, ubah posisi berlutut diatas pinggangku. Tante Yana punya maksud lakukan senggama. Saya pernah kaget serta bengong lihat Tante Yana dengan perlahan-lahan memegang serta mengarahkan penisku ke lubangnya seperti film BF saja. Namun pasca ujungnya masuk ke liang senggama, kembali saya seperti ngilu terlebih dibagian pinggang serta selangkanganku di mana peristiwa itusemakin menaikkan nafsuku.

Tante mulai menggoyangkan badannya dengan arah atas-bawah awalannya dengan perlahan-lahan. Saya terasa sangatlah nikmat walau Tante Yana telah tak virgin. Didalam liang itu, saya terasa adacairan hangat di sekujur batang kemaluanku. Sembari kugoyangkan juga tubuhku, kuelus pinggangnya serta sesekali buah dadanya kuremas-remas. Tante Yana juga mengelus-elus dada serta pinggangku sembari selalu bergoyang serta melihatiku dengan tersenyum. Mungkin saja lantaran nafsu yang besar, Tante Yana bergoyang amat cepat tidak teratur tak tahu itu maju-mundur atau atas bawah. Hingga sesekali saya mendengar nada “Ngik ngik ngik” dari kaki ranjangnya. Disebabkan bergoyang amat cepat, badan Tante Yana berkeringat. Selekasnya kuelus tubuhnya yang berkeringat serta kujilatitanganku yang penuh keringat dia itu.

Lantas posisinya bertukar lagi, jadinya saya bertumpu di ujung ranjang, serta Tante Yana menempati pahaku. Jadinya, saya dapat gampang menciumi dada serta payudaranya. Juga kujilati badannya yang masih tetap sedikit berkeringat itu, lantas saya menggesekkan badanku yang juga sedikit berkeringat kedada Tante Yana. Tak kupikirkan saat itu bila yang kujilati yaitu keringat lantaran nafsu yang terlampau meledak. Tidak lama, saya terasa bakal ejakulasi. “Ehh.. Tante.. uu.. udaahh.. ” Belum pernah saya merampungkan kata-kataku, Tante Yana telah 1/2 berdiri serta nungging di depanku. Tante Yana mengelus-elus serta mengocok penisku, serta mulutnya telah ternganga serta lidahnya menjulur siap terima semprotan spermaku. Lantaran kocokan Tante Yana, saya jadi ejakulasi. “Crit.. crroott.. crroott.. ” nyatanya semprotan spermaku kuhitung hingga kurang lebih tujuh kali di mana tiap-tiap kencrotan itu keluarkan sperma yang putih, kental serta banyak. Sesekali jangkauan kencrotannya panjang, serta tentang rambut Tante Yana. Mungkin saja ada pula yang jatuh ke sprei. Persis sekali film BF.

Kulihat muka Tante Yana telah penuh sperma putih kental milikku. Tante Yana yang memanghyper, memperoleh spermaku baik dari berwajah maupun dari bekas di sekujur batangku, serta memasukkan ke mulutnya. Pasca itu, saya terasa sangatlah lemas. Staminaku terkuras oleh Tante Yana. Saya segera rebahan sembari memeluk Tante Yana sedangkan penisku masih tetap tegak namuntidak sekeras tadi.

Kurang lebih satu minggu berlalu pasca ML sama Tante Yana. Siang itu saya tengah ada dirumah cuma berbarengan pembantu (orang tuaku pulangnya sore atau malam, adikku juga tengah sekolah). Kurang lebih jam satu-an, saya yang tengah duduk di kursi malas teras, lihat Tante Yana ingin pergi tak tahu kemana dengan mobilnya. Kulihat Anita tutup pagar serta ia tak melihatku. Kurang lebih 10 menitkemudian, telephone rumahku berdering. Waktu kuangkat, nyatanya Anita yang menelepon. Suara suaranya agak ketus, menyuruhku ke tempat tinggalnya. Tuturnya ada yang mau dibicarakan.

Di ruangan tamunya, saya duduk bertemu sama Anita. Berwajah tak seperti umumnya, tampak jutek, judes, dsb. Berhubung dia seperti itu, saya jadi salah tingkah serta bingung ingin ngomong apa.

Tidak lama Anita mulai bicara duluan dengan suara ketus kembali,

“De, gue ingin bertanya! ”

“Hah? Nanya apaan? ” Saya kaget serta agak dag dig dug.

“Loe saat minggu lantas ngapain sama nyokap gue? ” Dia nanya segera tanpa ada basa-basi.

“Ehh.. minggu lantas? Kapan? Ngapain emangnya? ”

Saya pura-pura tidak paham serta takutnya dia ingin melaporkan ke orang tuaku.

“Aalahh.. loe tidak usah belagak bego deh.. Emangnya gue tidak tau? Gue baru pulang sekolah, gue simak sendiri pakai mata kepala gue.. gue intip dari pintu, loe lagi make nyokap gue!! ”

Saat itu juga saya segera kaget, bengong, serta tidak paham lagi ingin ngapain, tubuh telah seperti mati rasa. Batinku berkata, “Mati gue.. bisa-bisa gue diusir dari rumah nih.. nama baik ortu gue dapat jatoh.. mati deh gue. ”

Anita juga masih tetap melanjutkan omongannya,

“Loe napsu sama nyokap gue?? ”

Anita lalu berdiri sembari tolak pinggang. Matanya memandang sangatlah tajam. Saya hanya dapat diam, bengong tak dapat ngomong apa-apa. Keringat di leher mengucur. Anita menghampiriku yang cuma duduk diam kaku beku perlahan-lahan masih tetap dengan tolak pinggang serta tatapan tajam. Pipiku telah siap terima tamparan maupun tonjokan tetapi untuk hal dia bakal melaporkannya ke orang tuaku serta saya diusir tak dapat saya pecahkan. Namun, sekali lagi fakta sangatlah tidak sama. Anita yang menggunakan kaos terusan yang serupa daster itu, malah buka ikatan di punggungnya serta membukakaosnya. Nyatanya ia tak kenakan beha serta celana dalam. Jadi di depanku yaitu Anita yang bugil. Takutku saat ini hilang tetapi bingungku makin bertambah. “Kalo gitu, loe ingin juga kan sama gue? ” Anita segera mendekatkan bibir seksi-nya ke bibirku. Celana pendekku terlihat kencang dibagian “anu”.

Saat ini yang kurasakan bukanlah ciuman erotis seperti ciuman Tante Yana, tetapi ciuman Anita yang lembut serta romantis. Begitu enaknya ciuman dari Anita. Saya segera memeluknya lembut. Badan putihnya betul-betul mulus. Bulu vaginanya sepintas kulihat coklat gelap. Sesegera mungkin saja kulepas celana-celanaku serta Anita buka kaosku. Terbilang lama Anita menciumiku dengan posisimembungkuk. Kukocok-kocok penis besarku itu sedikit-sedikit. Saya segera membisikkannya, “Nit, kita ke kamarmu yuk..! ” Anita menjawab, “Ayoo.. biarlebih nyaman. ” Anita kurebahkan di ranjangnya pasca kugendong dari ruangan tamu. Seperti ciuman tadi, kesempatan ini suasananya lebih lembut, romantis serta perlahan-lahan. Anita sesekali menciumi serta agak menggigit daun telingaku saat saya tengah mencumbu lehernya. Anita juga sesekali mencengkeram lenganku serta punggungku. Kaki kanannya diangkat sampai ke pinggangku serta terkadang dia gesek-gesekkan. Dalam pikiranku, mungkin saja kesempatan ini ejakulasiku tak sepanjang sesuai sama Tante Yana disebabkan terbawa romantisnya situasi.

Dari sini saya dapat tahu bahwa Anita itu jenis orang romantis serta lembut. Namun tetap harus nafsunya besar. Jadi dia segera mengarahkan serta menusukkan penisku ke liang senggamanya tanpa ada adegan-adegan lain. Berhubung Anita masih tetap virgin, memasukkannya tak gampang. Perlu sedikit dorongan serta tahan sakit termasuk juga saya juga. Muka Anita terlihat menahan sakit. Gigi atasnya menggigit bibir bawahnya serta matanya terpejam keras sama seperti keasaman makan buah mangga atau jambu yang asem. Tidak lama, “Aaahh.. aa.. aahh.. ” Anita berteriak terbilang keras, saya takutnya terdengar hingga keluar. Selaput perawannya telah tertembus. Saya coba menggoyangkan maju-mundur didalam liang yang masih tetap sempit itu. Namun, saya terasa sangatlah enak sekali senggama di liang perawan. Anita juga ikut-ikutan goyang maju-mundur sembari meraba-raba dadaku serta mencium bibirku. Nyatanya benar perkiraanku. Sedikit lagi saya bakal ejakulasi. Mungkin saja cuma kurang lebih 6 menit. Walau demikian, keringatku juga terus mengucur. Begitu juga Anita.

Dengan agak menahan ejakulasi, ubahan kurebahkan Anita, kukeluarkan penisku lantas kukocokdi atas dadanya. Mungkin saja disebabkan masih tetap sempit serta rapatnya selaput dara Anita, batang penisku jadi lebih gampang tergesek oleh karena itu lebih cepat juga ejakulasinya. Ditambah juga dalam satu minggu itu saya tak masturbasi, nonton BF, atau sebagainya. Lalu, “Crit.. crit.. crott.. ” kembali kujatuhkan spermaku di badan orang untuk ke-2 kalinya. Kusemprotkan spermaku di dada serta payudaranya Anita. Kesempatan ini kencrotannya lebih sedikit, tetapi spermanya lebih kental. Bahkan juga ada yang hingga tentang leher serta dagunya. Anita yang baru pertamakali lihat sperma lelaki, coba mau tahu bagaimanakah terasa menelan sperma. Anita memperoleh sedikit dengan agakcanggung serta ekspresi berwajah sedikit melukiskan orang jijik, serta lantas menjilatnya.

Selalu, Anita berkata dengan lugu, “Emm.. ee.. De.. jika ‘itu’ bagaimana sih terasa? ” sembari menunjuk ke kejantananku yang masih tetap berdiri tegak serta kencang. “Eh.. hmm hmm.. cobain saja sendiri.. ” sembari tersenyum ia memegang batang kemaluanku perlahan-lahan serta agak canggung. Tidak lama, ia mulai memompa mulutnya perlahan-lahan malu-malu lantaran baru pertama kali. Mungkin saja ia sekalian bersihkan bekas spermaku yang masih tetap menetes di sekujur batangku itu. Kulihat sepintas di lubang vaginanya, ada noda darah yang selekasnya kubersihkan dengan tissue serta lap. Pasca usai, saya yang tengah kehabisan stamina, terkulai loyo di ranjang Anita, sedangkan Anita juga rebahan di samping. Kami keduanya sama senang, terlebih saya yang senang mengerjakan ibu serta anaknya itu.

 

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *