Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Saat Di Pulau Dewata

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Saat Di Pulau Dewata

Posted on

Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Saat Di Pulau Dewata | Di bulan Juli 2004, Saya dan Rudi berangkat keBali untuk menghadiri seminar investasi yang diadakan oleh sebuahperusahaan sekuritas ternama di Indonesia. Seminar diadakan di sebuahhotel megah di Nusa Dua. Seminar ini tak hanya mengundang peserta dalamnegeri tetapi juga peserta dari luar negeri. Rudi adalah teman baiksaya dari SMA, dan kebetulan sekarang kita bekerja di satu perusahaan.Bersama Rudi, dari SMA kita telah banyak mengeksplorasi tentang wanitadan seks. Rudi is the master in seducing women. Nama saya Arthur danini kisahku.

Selasa

Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Saat Di Pulau Dewata Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Saat Di Pulau Dewata Cerita Dewasa 2016 - Ngentot Saat Di Pulau Dewata Model Igo Lin Si Yee Cantik Model Bugil Thailand Hot Model Bugil Sexy MontokModel IgoFoto BugilFoto HotFoto ModelAsian Model1Cerita Dewasa 2016 – Ngentot Saat Di Pulau Dewata | Saya dan Rudi telah check in di hotel tempat seminar diadakan. Kamidiberi satu kamar untuk berdua. Waktu menunjukkan pukul 13 siang, kamimemutuskan untuk menyewa mobil dan pergi jalan-jalan ke Kuta. Sayabanyak menghabiskan waktu untuk foto-foto obyek yang menarik, sedangkanRudi lebih senang keluar masuk toko mencari souvenir.

Rabu

cerita dewasa 2016 – Ngentot Saat Di Pulau Dewata | Jam 8 pagi seminar telah dimulai. Pesertanya cukup banyak, sayataksir ada sekitar 80 orang. Untuk hari ini akan ada 4 session. Sayamelihat makalah seminar cukup banyak dan menarik. Sambil mendengarkanseminar, tak lupa saya mencari-cari yang cantik. Mata saya tertuju padaseorang wanita Chinese yang cantik berambut panjang yang duduk 1 meterdari saya. Rambutnya di beri high light warna merah tua. Ia mengenakanblazer dan rok selutut berwarna biru tua. Sekali-sekali ia menguap laluminum kopi. Selesai session pertama, ada istirahat 15 menit. Sayamemakai kesempatan ini untuk kenalan dengan wanita itu.

“Bagus ya topiknya tadi” kata saya membuka pembicaraan.
“Iya, menarik kok. Pembicaranya juga bagus cara membawakannya”
“Nama saya Arthur” kata saya sambil memberikan kartu namaku
“Oh iya, saya Dewi” katanya sambil mengeluarkan kartu namanya.

Rupanya Dewi bekerja di perusahaan sekuritas saingan perusahaan tempat saya bekerja

“Kamu sendiri saja ke seminar ini?” tanya saya.
“Iya, tadinya teman saya mau datang tapi last minute ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda”

Tak lama Rudi menghampiri saya diikuti oleh 1 pria dan 1 wanita. Dua-duanya Chinese.

“Arthur, kenalin nih teman saya dari Singapore. Dulu saya kuliah bareng dengannya” kata Rudi sambil menunjuk ke pria itu.
“Halo, saya Arthur”
“Saya Henry” kata si pria.
“Saya Carol” kata si wanita.

cerita dewasa 2016 – Ngentot Saat Di Pulau Dewata | Kami lalu saling berkenalan dan bertukar kartu bisnis. Henry danCarol bekerja di perusahaan sekuritas di Singapore. Carol manis sekali.Tingginya sekitar 165 cm dan dadanya yang membusung terlihat jelasdibalik kemeja tanpa lengan yang ia kenakan. Rambutnya yang pendekmembuat penampilannya bertambah menarik. Sedangkan Dewi, tingginyasekitar 170 cm. Tatapan mata Dewi agak-agak nakal sehingga saya sempatberpikir ia akan mudah saya ajak tidur.

Session kedua pun kembali dimulai dan berakhir jam 12 siang. Saya,Rudi, Henry, Carol dan Dewi makan siang bersama di coffee shop hotel.Kami memakai kesempatan ini juga untuk berkenalan dengan pesertalainnya. Lumayan untuk memperluas net work. Session ketiga dan keempatberjalan dengan menarik dan banyak menambah ilmu. Seminar hari iniberakhir jam 5 sore.

“Arthur, kamu kan orang Indonesia, kemana kamu bisa membawa kami makan enak? Saya sudah bosan dengan makanan hotel” tanya Henry.
“Kita ke Jimbaran saja atau ke Legian, disana banyak restaurant”sahut saya. Kita berlima pun berangkat ke Jimbaran untuk makan malam.

Kamis

Seminar pun kembali dimulai jam 8 pagi. Topiknya yang menarikmembuat waktu berjalan dengan cepat. Tak terasa seharian penuh telahterlewatkan di ruang seminar. Selesai seminar, saya menawarkan untuk keKuta untuk melihat matahari terbenam, teman-teman pun setuju. Hari iniDewi terlihat cukup seksi, ia mengenakan rok mini ketat berwarna birumuda dan kemeja tanpa lengan berwarna putih. Di Kuta ia menyempatkanuntuk beli sandal karena dari hotel ia mengenakan sepatu hak. Carol punterlihat tambah manis. Ia mengenakan celana panjang ketat warna coklatmuda dan kemeja tanpa lengan warna putih. Carol ikut membeli sandal diKuta karena ia lupa membawa sandal dari Singapore. Selesai melihatmatahari terbenam, kita bersantai di Hard Rock Café lalu makan malam keWarung Made.

Jum’at

Hari terakhir seminar banyak diisi oleh tanya jawab dari peserta.Seminar berakhir jam 4 sore karena panitia memberi kesempatan bagipeserta rapat untuk menikmati sunset di Kuta. Sebuah bis telahdisiapkan untuk membawa peserta kesana. Kami berlima ikut ke Kutatetapi lebih memilih naik mobil sendiri daripada naik bis. Selesaimelihat sunset, kami berlima menyelusuri toko-toko di sepanjang Kuta.Carol, Henry, Dewi dan Rudi sibuk berbelanja. Dewi rupanya belum pernahke Bali sehingga ia senang sekali jalan-jalan ke Kuta. Jika sedangjalan ramai-ramai, Carol terlihat kecil mungil karena saya dan Ruditingginya 185 cm, Henry sekitar 180 cm dan Dewi sekitar 170 cm.

Bali semakin malam, kami memutuskan untuk makan malam di daerahLegian. Restaurant Maccaroni menjadi pilihan kami. Beberapa pesertaseminar ikut bergabung makan bersama kami. Tak henti-hentinya kamibercanda dan tertawa-tawa. We had a good time. Selesai makan, kamiberlima melanjutkan ke M-Bar-Go yang terletak satu jalan denganMaccaroni. Peserta rapat yang bergabung dengan kami lebih memilih untukkembali jalan-jalan di sepanjang Legian.

Musik berdentum-dentum dimainkan oleh DJ. Suasana cukup ramaitetapi tidak terlalu padat. Enak lah pokoknya untuk bersantai. Kamimemesan minuman beralkohol dan melanjutkan obrolan sambil menonton filmyang diputar di jumbo screen. Jam 23:00, saya terpaksa harus mengajakteman-teman pulang karena si Rudi kelihatannya sudah mabuk berat, Dewidan Carol mukanya merah dan mereka tertawa-tawa melihat Rudi yangmabuk.

Saya memang sengaja tidak minum terlalu banyak karena tidak adaniat mabuk malam itu. Setelah membayar minuman, saya membopong Rudikeluar, Carol bersandar pada Dewi dan Henri mengikuti dari belakang.Untung mobil diparkir tidak jauh dari club. Di mobil, Rudi takhenti-hentinya nyanyi dan tertawa. Dewi, Carol dan Henri ikut tertawamelihat kelakukan Rudi.

Setiba di hotel, saya menghentikan mobil depan lobby danmenyerahkan mobil ke petugas valet parking. Kembali saya bopong Rudi.Carol berjalan sambil setengah memeluk Henri sambil mengeluh kepalanyayang sakit. Dewi kelihatannya biasa saja padahal saya tau ia jugamabuk. Kami berlima naik lift dan saya menarik nafas lega karena tidakada anggota peserta di lobby hotel. Lift berhenti di lantai 3, Henridan Carol keluar karena kamar mereka di lantai 3. Saat pintu lifttertutup, Dewi berseru sambil membuka-buka tasnya

“Shit, kunci kartu gue mana ya?”
“Wah jangan-jangan tadi jatuh waktu tas kamu ditaro di kursi di club” kata saya.
“Argh, harus minta dibukain nih sama resepsionis” ujar Dewi.
“Telepon dari kamar saya saja” saya menawarkan.

Pintu lift terbuka di lantai 4, kembali saya membopong Rudi yangsudah tak sadarkan diri, Dewi membantu saya membuka pintu kamar. Begitumasuk kamar, saya langsung menjatuhkan Rudi di tempat tidur. Dewimembuka pintu balkon dan melihat keluar

“Wah enak sekali kalian dapat kamar menghadap laut”
“Lumayanlah, kecil-kecilan” kata saya sekenanya.

Saya berdiri di belakang Dewi lalu memegang kedua bahunya sedangkan Dewi tetap melihat kearah laut.

“Enak ya mendengar suara ombak” kata Dewi.

Dewi lalu merapatkan punggungnya ke dada saya dan saya merangkulDewi dari belakang. Dengan perlahan, saya mencium kepala Dewi laluturun ke kuping kiri. Dewi mendongakkan kepalanya sehingga saya bisabebas mencium lehernya yang putih. Kemudian Dewi menoleh ke saya lalumencium bibirku.

“Ummhh Arthur, you are so sexy” kata Dewi.

Sambil tetap merangkul Dewi, tangan saya menggapai ke pinggir pintubalkon dan mematikan lampu balkon supaya tidak ada yang memperhatikankami. Tangan saya mulai menjelajahi seluruh pantat Dewi yang padatkemudian meraba-raba dadanya yang sekal. Tak henti-hentinya Dewimelenguh. Tangan Dewi pun ikut meremas kontolku dari balik celana. Lalusaya menarik Dewi kembali ke kamar dan mendorongnya ke tempat tidur.Kembali kita berciuman ditempat tidur.

Tangan Dewi dengan cepat membuka kemeja dan celana panjangkusedangkan saya langsung membuka baju, BH, rok mini dan celana dalamnya.Tubuh Dewi yang putih dan telanjang bulat membuat nafsuku membara.Dengan gemas saya meremas payudaranya yang berukuran 32B sambilmenghisap putingnya. Nafas Dewi memburu dengan cepat apalagi saat sayamulai beralih ke vaginanya. Dewi bagaikan kuda liar saat klitorisnyasaya jilat. Tak henti-hentinya saya menjilat seluruh vagina danselangkangannya. Saya membalikkan tubuh Dewi untuk bergaya 69.

Di pantat kiri Dewi ada tattoo kupu-kupu kecil berwarna pink, sayatersenyum melihatnya. Dalam posisi 69, dengan rakus Dewi menggenggamkontolku dan mulai menghisapnya. Saya pun membalas dengan menjilat anusdan vaginanya. Goyangan pantat Dewi terasa semakin keras saat dijilatvaginanya sehingga harus saya tahan pantatnya dengan kedua tangan saya.Tiba-tiba Dewi melepaskan genggaman tangannya dari kontol saya danmelenguh dengan keras, rupanya ia mengalami orgasme. Vaginanya yangsudah basah menjadi tambah basah dari cairan orgasmenya.

Kemudian Dewi nungging dan bersandar dipinggir tempat tidur Rudi.Saya mengikuti kemauannya, saya merenggangkan kakinya dan mengarahkankontolku ke vaginanya. Dengan penuh gairah saya setubuhi Dewi yangseksi. Dewi rupanya tidak diam saja saat disetubuhi. Tangannyamenggapai ke celana Rudi dan membuka risletingnya kemudian menurunkancelana Rudi. Dewi mengeluarkan kontol Rudi dari balik celana dalamnyalalu mulai meremas kontol Rudi.

Saya memperhatikan Dewi yang mulai mengulum kontol Rudi yang masihlemas sedangkan Rudi tertidur tanpa menyadari ada wanita cantik yangsedang menghisap kontolnya. Tak henti-hentinya payudara Dewi saya remasdan pencet putingnya. Tak berapa lama kemudian, Dewi kembali mengalamiorgasme. Saya mengganti gaya ke gaya missionary. Kaki Dewi sayarentangkan dan kembali kontolku mengisi vaginanya yang sudah becek.Suara clipak-clipuk terdengar dengan keras tiap kali kontol saya keluarmasuk vagina Dewi.

Tujuh menit menggenjot Dewi, saya merasakan akan ejakulasi. Sayapercepat gerakanku dan tak lama kontolku memuntahkan peju didalamvagina Dewi. Dengan terengah-engah saya mengeluarkan kontolku lalumenindih Dewi dan mencium bibirnya. Kami berciuman beberapa menit dansaya baru menyadari ternyata Rudi sudah berdiri disamping kami

“Wah, ter.. ternya.. ta.. ka.. kalian sudah mm.. mulai duluan” kata Rudi dengan tergagap dan sedikit sempoyongan.
“Tenang Rudi, kamu dapat giliran kok” kata Dewi sambil tertawa lalu menghampiri Rudi.

Sambil berlutut di tempat tidur, Dewi meremas kontol Rudi yangperlahan mulai berdiri. Rudi memejamkan matanya menikmati Dewi yangmulai menghisap kontolnya. Setelah puas menghisap kontol, Dewi berdiriditempat tidur kemudian mencium Rudi. Dengan kasar Rudi menggendongDewi sambil menciumnya. Kemudian Dewi dibaringkan ditempat tidur dalamposisi doggy style dan Rudi langsung menyetubuhi Dewi. Kelihatannyapengaruh alkohol membuat Rudi menjadi sedikit kasar. Sambil menggenjotvagina Dewi, tak henti-hentinya Rudi menampar pantat Dewi sambilberkata

“Satisfy me, bitch, suck my dick”

Sekali-sekali rambutnya yang panjang dijambak sehingga kepala Dewisampai menoleh kebelakang lalu Rudi mencium bibirnya. Dewi kelihatannyajustru semakin liar mendapat perlakukan kasar dari Rudi. Saya kemudianberlutut didepan Dewi lalu menyodorkan kontolku. Dewi menyambutkontolku lalu mulai mengulumnya. Setiap kali Rudi menyodokkan kontolnyadalam vagina Dewi dengan keras, kontol saya otomatis ikut tersodok kemulut Dewi. Tapi beberapa kali kuluman Dewi terlepas karena Rudi sukamenarik rambutnya. Tapi karena Dewi tidak protes, maka saya biarkansaja.
Rudi kemudian menarik punggung Dewi sehingga punggung Dewi tegak. Sayamenjilat dan menghisap seluruh payudara Dewi. Tapi itu tidak bertahanlama karena tangan Rudi menjalar keseluruh tubuh Dewi. Akhirnya sayamengambil bir di mini bar lalu duduk dikursi menikmati adegan seksualyang liar itu. Beberapa kali Dewi melenguh pertanda ia mengalamiorgasme tapi Rudi tidak berhenti sedikit pun.

Dewi kemudian melepaskan dirinya dan mendorong Rudi untuk dudukditempat tidur. Dewi duduk dipangkuan Rudi dan mulai menggoyangpinggulnya. Pinggul dan pantat Dewi terlihat merah karena ditamparRudi. Tak henti-hentinya Dewi berceracau disetubuhi Rudi. Akhirnyatidak lama kemudian Rudi ejakulasi. Rudi memegang pinggul Dewi danmeremasnya dengan keras. Dewi pun kembali orgasme lalu mereka berduaberebahan ditempat tidur dengan lemas.

Tiba-tiba telepon berbunyi..

“Halo, ini Henri, sudah tidur kalian?” tanya Henri.
“Belum, kita lagi bersenang-senang. Ada Dewi disini” jawab saya.
“Wah, habis seks ya?” tanya Henri dengan semangat.
“Hehehe, begitulah. Kamu tidur ya? Atau jangan-jangan habis seks dengan Carol” tanya saya menduga-duga.
“Saya ditempat Carol. Saya ketempat kalian deh” kata Henri.

Waduh, ternyata Henri baru selesai menyetubuhi Carol. Sayamenceritakan ke Dewi percakapan tadi. Dewi tertawa lalu pergi ke kamarmandi. Tak lama kemudian, pintu bel kamar berbunyi dan saya bukakan.Tampak Henri mengenakan celana pendek dan kaos sedangkan Carolmengenakan kaos tidur yang panjang hingga ke dengkul. Dari balikbajunya terlihat ia tidak memakai BH.

“Wah, kalian abis pesta pora nih” kata Henri sambil tertawa melihatsaya yang telanjang dan Rudi yang juga telanjang tapi tidak sadarkandiri.
“Kamu juga nih abis pesta dengan Carol” kata saya. Carol pun ikuttertawa. Mata Carol terus tertuju pada kontolku yang sudah berdiri.
“Mana Dewi?” tanya Henri.
“Di kamar mandi” jawabku.

Henri mengetuk pintu kamar mandi lalu masuk kedalam. Terdengar suara Dewi dan Henri tertawa-tawa kemudian hening.

“Kelihatannya mereka sudah mulai” kata saya kepada Carol.

Carol menghampiri diriku lalu mencium bibirku. Saya langsungmembalasnya dan kita saling berpagutan. Tanganku mulai mengangkat kaosyang dipakai Carol dan membukanya. Kemudian saya melihat tubuh Carolyang telanjang bulat. Payudaranya besar sekali, ukuran 36C. Tubuhnyayang ramping terlihat indah dan bulu kemaluannya hanya disisakansedikit didaerah vaginanya.

Dengan gemas, saya menghisap payudaranya sambil jongkok didepanCarol. Carol meremas kepalaku menahan gairah. Lalu ciumanku turun keperut Carol dan ke vaginanya. Carol mengangkat satu kakinya sehinggadengan mudah saya menjilat vaginanya. Tercium bau sabun di daerahvagina Carol. Syukurlah Carol masih sempat membersihkan dirinya setelahbersetubuh dengan Henri. Saya membuka bibir vagina Carol dan menyedotvaginanya. Carol mengerang dengan penuh nikmat.

Puas melahap vaginanya, saya mengangkat tubuh Carol. Kaki Carolmelingkar dipinggangku dan saya memasukkan kontolku ke vaginanya. Dalamposisi menggendong, saya menyandarkan punggung Carol ke dinding lalusaya mulai menggenjot Carol. Payudara Carol yang besar meliuk ke kiridan kanan mengikuti irama goyangan. Tak henti-hentinya saya menciumbibirnya yang merah dan mungil. Benar-benar gemas aku dibuatnya.

Dari dalam kamar mandi, terdengar suara Dewi yang melenguh. Carolpun ikut melenguh tiap kali kontol saya menghunjam ke vaginanya. Posisiini hanya bertahan beberapa menit karena cukup berat menggendong Carolsambil menyetubuhinya. Saya duduk di kursi dan Carol duduk dipangkuankumenghadap saya. Vagina Carol terasa mendenyut-denyut di ujung kepalakontolku.

Dengan enerjik, Carol menggoyang pinggulnya naik turun sambilmerangkul kepalaku. Saya menghisap payudaranya yang besar sambilmenggigit putingnya. Tangan kananku meraih ke anusnya dan sayamemasukkan jari telunjukku ke anusnya. Tampaknya ini membuat Carolsemakin liar. Carol terus menerus menghujamkan kontolku sampai iamencapai orgasme. Di saat yang sama saya pun ejakulasi. Carol dudukterkulai lemas dipangkuanku. Saya menggendong Carol ketempat tidur lalukita berdua tertidur sambil berpelukan.

Sabtu

Telepon berbunyi jam 6:30. Saya memang meminta ke operator untukdibangunkan jam 6:30 karena hari ini akan ada tur. Saya melihat Carolmasih tidur telanjang bulat dalam pelukan saya. Dewi dan Henri tidurdikarpet beralaskan comforter tempat tidur. Mereka pun masih telanjangbulat. Rudi masih tidur dalam posisi sama. Saya membangunkan merekasemua untuk siap-siap pergi tur. Berhubung Dewi, Carol dan Henri belumpernah ke Bali, maka mereka dengan semangat langsung kembali ke kamarmasing-masing untuk bersiap. Jam 8:00, kami berempat sudah direstaurant untuk sarapan. Rudi tidak ikut karena kepalanya masih sakit.

Tur menggunakan 2 buah bis. Tujuan pertama adalah ke Tanah Lot,lalu ke Ubud, Kintamani lalu menonton pertujukkan Kecak. Saat sedangmenonton tari Kecak, saya menerima SMS dari Rudi

“Gue lagi di Kuta nih. Kenalan sama cewek bule. Cuantik banget.Sekarang lagi di kamar hotel si cewek di Kuta. Have fun ya di turkarena gue juga sedang having fun”

Saya tertawa melihatnya. Tur berjalan dengan menyenangkan. Sayamemfoto banyak obyek yang menarik. Tak lupa saya memfoto Dewi dan Carolsebagai modelku. Jam 18:00, tur akhirnya tiba kembali di hotel. Semuapeserta terlihat senang dan puas.

Di lobby hotel, Henri buru-buru naik taksi karena ia mau ke Legianuntuk beli beberapa cinderamata yang tidak sempat dia beli. Diamenawarkan ke kita untuk ikut tapi kita semua capek. Akhirnya Henripergi sendiri naik taksi ke Legian.

“Mau ngapain nih malam ini? Malam terakhir” tanya saya.
“Saya capek banget, pengen bubble bath” kata Carol.
“Saya juga, enak nih kalau berendam air hangat” kata Dewi.
“Kita bertiga berendam aja yuk” saya menawarkan dengan semangat. Dewi dan Carol tertawa lalu kita menuju ke kamar Carol.

Kamar Carol walaupun single bed tetapi kamarnya sedikit lebih besarkarena terletak di ujung gang. Bath tub diisi air hangat oleh Carol dandituang sabun bubble. Kita bertiga lalu membuka baju dan berendam kebath tub. Ukuran bath tubnya terlalu pas untuk kita bertiga apalagitubuh saya yang tinggi. Carol duduk dipangkuan saya sementara sayaberselonjor di bath tub sedangkan Dewi duduk diujung bath tub.

Kontol saya yang berdiri sekali-sekali terlihat menyembul daribalik air. Payudara Carol pun terlihat setengah menyembul dari balikair. Dewi terlihat sedang menikmati air hangat. Ia mengikat rambutnyakeatas. Kaki kanan saya menyelip ketengah kaki Dewi dan sekali-sekalisaya menggelitik selangkangan Dewi dengan jempol kaki. Dewi kegelianlalu meremas biji saya. Carol tertawa-tawa melihat tingkah kita berdua.

Tangan kiri saya pun mulai meremas payudara Carol dengan gemas.Carol mulai memejamkan matanya menikmati remasan tanganku sementaratangan kanannya dengan perlahan mengocok kontolku. Gairah saya kembalibangkit, saya menarik Carol keatas dan medudukkannya diujung bath tub.Saya membuka kakinya dan mulai menjilat vaginanya. Saya dalam posisinungging didepan Dewi.

Dewi kemudian menyelinapkan tangannya dari antara kakiku danmeremas kontolku. Wah nikmat sekali rasanya merasakan tangan Dewi yangmengocok kontolku sambil menjilat vagina Carol. Tiba-tiba kenikmatansaya semakin bertambah saat Dewi membuka lipatan pantatku danmenjilatanusku, gairahku terasa meningkat dengan pesat dan saya serasa sepertiterbang di awang-awang. Masih dalam posisi menungging, saya terusmenjilat vagina dan anus Carol, Carol menikmati itu semua sambilmeremas payudaranya.

“Balik dong badannya” kata Dewi.

Saya membalikkan tubuhku sehingga saya kembali berselonjoran dibath tub, Dewi membungkukkan tubuhnya dan mulai menghisap kontolku.Carol mengangkang didepan mukaku dan menyodorkan vaginanya ke mulutku.Langsung kembali saya jilat vaginanya. Posisi ini berlangsung sekitar 5menit. Dewi kemudian mengangkang dipinggulku lalu memasukkan kontolkuke vaginanya.

Air dan buih meluap keluar bath tub saat Dewi mulai mengocokkontolku dalam vaginanya. Carol pun memerosotkan tubuhnya sehingga iaduduk diatas perutku dan saya bisa mencium payudaranya. Tangan Dewimeraih ke punggung Carol lalu memijit punggung Carol. Carol tersenyumsaat dipijit Dewi. Kemudian dengan nakalnya tangan Dewi menyusuripunggung dan pantat Carol lalu menyelinapkan tangannya ke vagina Carol.Carol buru-buru mengangkat pantatnya dan berkata

“Aduh maaf Dewi, tapi saya belum pernah bercinta dengan wanita” kata Carol.
“Just go with the flow, jangan dilawan” kata Dewi.

Saya mendudukkan kembali Carol di perutku lalu kembali menciumpayudaranya. Mata Carol terpejam dengan erat saat tangan Dewi mulaimasuk ke selangkangannya dan memainkan klitorisnya. Carol menggigitbibirnya tiap kali jari Dewi menyentuh vaginanya. Tak lama tangan Dewitidak lagi berada di vagina Carol karena Dewi sendiri sudah semakinliar menggoyang pinggulnya. Carol rebahan di sampingku lalu memeluktubuhku sambil menyaksikan Dewi yang bagaikan kuda liar beraksi diataskontolku. Beberapa menit kemudian saya ejakulasi bersamaan dengan Dewi.Setelah seluruh peju saya keluar dalam vagina Dewi, Dewi keluar daribath tub lalu membersihkan vaginanya kemudian kembali masuk ke bathtub.

Carol belum mendapat giliran. Saya meminta Carol keluar dari bathtub lalu nungging dengan bersandar pada wastafel. Payudara Carol yangbesar terlihat menggelantung dengan indah. Saya berdiri dibelakangCarol lalu mulai menyetubuhinya. Carol mendesah-desah dengan penuhnikmat saat kontoku keluar masuk vaginanya. Dewi ikut keluar dari bathtub lalu jongkok dibawah Carol. Ia meraih payudara Carol dam mulaimeremasnya. Mulut Carol terbuka lebar menikmati kocokan dari kontol danremasan dari Dewi.

Tubuh kami bertiga yang basah dan penuh sabun membuat suasanamenjadi tambah erotis. Dengan rakus, Dewi melahap kedua buah dada Caroldan kelihatannya Carol sudah mulai terbuka dengan Dewi. Ia membalasdengan membelai-belai kepala Dewi. Karena pegal dengan posisi ini, sayaminta mengubah posisi. Saya menarik Carol dan Dewi keluar dari kamarmandi. Carol saya dudukkan ditepi tempat tidur. Kakinya saya buka lebardan kembali kontolku menghunjam ke vaginanya. Dewi tak kalah asyik, iaberbaring di sebelah Carol dan perlahan mulai mencium bibir Carol.Carol tidak beraksi dan membiarkan Dewi mencium bibir sambil meremaspayudaranya.

Beberapa menit berlalu dan Carol mulai membalas ciuman Dewi.Keduanya saling berpagutan dan french kiss. Dewi lalu berlutut diatasmuka Carol dan menyodorkan vaginanya ke Carol. Carol meremas pantatDewi dan mulai menjilat vagina Dewi. Nafas Dewi terdengar memburumenahan nafsu. Pemandangan indah ini membuat saya semakin bergairahsehingga saya ejakulasi. Carol rupanya telah orgasme berkali-kali saatdisetubuhi di kamar mandi dan ketika sedang menjilat vagina Dewi.

*****

Malam itu, saya, Carol dan Dewi kembali bersetubuh. Kami sempatberistirahat sebentar dan kembali bersetubuh ketika Henri dan Rudisudah kembali. Malam di Bali yang sungguh indah. Hari Minggu, kamisemuanya terpaksa berpisah dan kembali ke tempat masing-masing.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *