Cerita Dewasa 2016 - Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal

Posted on

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal | Sepanjang pagi itu sampai menjelang tengah hari kami hanya bercumbu ringan sambil bercerita. Aku mengenakan celana panjang bertelanjang dada sementara Inge mengenakan gaun tidurnya. Inge mencoba memancingku untuk bercerita tentang kebersamaanku dengan Vina di atas ranjang

Cerita Dewasa 2016 - Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal Cerita Dewasa 2016 - Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal Cerita Dewasa 2016 - Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal 2 cewek model asal korea toket ged alias toge bulet montok bugil tanpa beha”Gimana dengan Vina To, tentulah kalian sering berkencan dan making love habis-habisan sampai lemas?” tanyanya

”Ya, Vina memiliki sifat lebih terkendali. Ia tidak meledak-ledak sepertimu. Namun kalian berdua masing-masing tetap memiliki keistimewaan dan kenikmatan yang hebat dalam berolah ranjang,” jawabku

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal | ”Kalau suatu saat di waktu yang sama ada aku dan Vina, kamu pilih mana To?”
”Gimana ya? Aku juga bingung. Kalau disuruh memilih tentu aku memilih dua-duanya”
”Enggak bisa keduanya, harus salah satu. Aku, mungkin juga kamu dan Vina tidak akan sudi bermain bertiga di ranjang dan waktu yang sama. Jadi kamu pilih mana kalau begitu?” desaknya

cerita dewasa 2016 – Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal | ”Entahlah, Ing. Emangnya ada kemungkinan begitu. Rasanya sih sangat kecil kemungkinan kamu dan Vina pada saat yang sama bisa bercinta denganku. Udahlah, kenapa repot mikirin hal gituan. Jalanin aja apa yang terjadi sekarang. Gak ada masalah khan?” jawabku mengalihkan pembicaraan
”Masalahnya tentu Vina mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk bersama denganmu, karena kalian lebih sering bertemu,” katanya dengan nada agak kecewa
”Terus bagaimana?” kataku lagi
”Itulah, usaha yang akan aku buka di sana masih ada hambatan”
Menjelang tengah hari aku memasak bahan makanan yang kemarin kami beli. Inge terkejut juga melihatku bisa memasak
”Kamu pandai masak juga, To?”
”Pandai sih enggak. Sekedar bisa aja. Aku hanya memanfaatkan bahan yang ada. Cobain saja, sorry kalau rasanya tidak keruan,” kataku
Inge mengambil masakanku sedikit dan mencicipinya
”Gila. Lumayan juga masakanmu. Kalau sering-sering bisa gendut aku karena banyak makan”
”Nggak juga. Habis makan banyak kan kemudian energi yang keluar juga banyak. Jadi masih imbanglah”
”Ihh…. pikiran kamu kok jorok gitu,” katanya sambil mencubit pinggangku
”Lho, coba saja kalau pikiranku enggak jorok. Kamu telanjangpun akan kubiarkan saja kedinginan”
”Aahh, kamu dasar emang tukang debat, ngeyel..”
Aku tertawa panjang sambil mengangkat masakanku
Kami makan bersama-sama dengan satu piring
Setelah makan aku menguap, rasanya masih mengantuk. Kami kembali ke dalam kamar dan duduk dilantai bersandar ke ranjang. Inge menghidupkan TV dan memutar film biru
“Kenapa Ing, sudah kurang bergairah?” tanyaku
“Enggaklah. Daripada tidak ada yang dilihat. Siapa tahu ada inspirasi baru setelah nonton film ini,” katanya sambil duduk di sebelahku

cerita dewasa 2016 – Kisah Ngentot Dengan Tiga ABG Binal | Di layar TV terlihat seorang wanita cantik, kayaknya sih wanita China yang sedang berbicara dengan laki-laki Asia juga, tapi bukan China karena kulitnya agak gelap. Mungkin Thailand atau Filipina. Inge menyandarkan tubuhnya di dadaku dengan kepalanya di atas bahuku. Aku tidak terlalu konsentrasi menonton film itu. Inge nampaknya yang justru mulai terpancing gairahnya. Tangannya bermain di dadaku, mengusap bulu dadaku dan menggesek putingku. Akibat gesekan jarinya di putingku akupun mulai terangsang juga. Kupikir aku sudah cukup beristirahat dari pagi sampai siang. Apalagi dadanya menekan lenganku dengan lembut. Tanganku dipegangnya dan diletakkan di atas dadanya. Akupun mulai meremas payudaranya dan memilin putingnya
Akhirnya kuraih tubuhnya. Kukecup beberapa kali sebelum akhirnya aku mengulum bibirnya. Pikiranku sudah dipenuhi dengan birahi dan ingin kembali menikmati tubuh Inge siang ini sebelum aku berangkat ke Bandara. Ahh, lembut sekali bibirnya, kami sama-sama menikmatinya. Lidahnya dan lidahku menari-nari saling menekan dan memilin. Kutelusuri lehernya dengan mulutku sementara tanganku meremas jemari tangannya
Inge nampak bergairah menyambut cumbuanku. Apalagi ketika tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya yang tidak mnegenakan BH itu, kuelus dari luar gaunnya. Aku menikmati sentuhan jarinya pada putingku sementara mulutku menelusuri lehernya dan turun lagi memutari bagian dadanya. Inge mendesah-desah dan mendesis penuh gairah. Lalu kami berdiri berdekapan
”Ganti lagu instrumentalia tadi saja Ing daripada film ah.uh.oh gitu,” kataku
Inge berjalan ke arah DVD player dan menggantinya dengan CD instumentalia Mandarin klasik. Kami berdekapan dan saling berciuman lama sambil berdiri mengikuti irama musik instrumen
“Aku milikmu To, puaskan aku siang ini sebelum kamu pulang,” kata Inge memecah kesunyian
Tangannya menarik ikat pinggang dan ritsluiting kemudian dilepasnya celana panjang dan celana dalamku. Aku sudah dalam keadaan telanjang di depannya. Kembali ia mendekapku, meraba dan mengelus batang kejantananku yang sudah mengejang keras. Jantungku mulai berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang
”Aku sedang ingin bercinta karena ada kamu di sini kuingin ……………,” sekilas kudengar lagu Dewa menerobos dari luar
Lalu kami bercumbuan lagi
Aku membalikkan tubuhnya dan kucumbui Inge dari belakang. Mulutku menelusuri lehernya, punggungnya dan pipinya yang memerah. Inge melingkarkan tangannya di kepalaku. Wajahnya menyamping setengah mnedongak, kugeserkan bibirku ke arah bibirnya dan kulumat bibirnya. Tanganku meremas kedua bukitnya dengan lembut dan membuat bukit di dadanya itu makin mengeras. Inge menggeliatkan tubuhnya, melengkung ke depan. Kubuka kancing gaun tidurnya dan betapa indah kulihat payudara Inge yang sejak semalam kunikmati. Dadanya terbuka bebas, sementara di bawah ia masih mengenakan celana dalam kecil tipis warna pink yang hanya menutup bagian depan saja. Makanya di pantatnya kurasakan tidak ada garis dari celana dalamnya. Rasanya tidak ada bosannya menikmati tubuh Inge, dadanya yang kencang dengan puting berwarna coklat kemerahan sangat ranum dan membuatku selalu terangsang untuk memetik kedua payudaranya dan kunikmati dengan seluruh bagian tubuhku
Inge sangat menikmati sensasi-sensasi yang kuberikan pada tubuhnya. Ia membiarkan aku meremasi lembut kedua buah dadanya. Kulihat mata Inge termejam dan tubuhnya menggeliat-geliat melengkung ke depan. Digerakkannya tangannya ke belakang dan gaun tidur itu dengan sendirinya terlepas jatuh ke lantai. Aku sekarang melihat gundukan yang masih tertutup celana dalam mini tipis berwarna pink. Kuraba gundukan itu dan Inge semakin menikmati dengan desahan dan geliatnya. Tanganku kumasukkan ke celana dalamnya, lalu kutarik ke bawah. Inge mengangkat kakinya, mengambil dengan jarinya dan menjatuhkannya perlahan di mukaku. Sekarang Inge benar-benar telanjang di dekapanku
“Sudah basah Ing,” kataku
“Iya, aku sudah nggak tahan To. Aku sangat menikmati cumbuanmu, dan aku ingin kau membuatku puas. Ayo lakukanlah..,” Pinta Inge dengan manja padaku
“Tentu Ing.. aku pasti akan memberikan kepuasan kepadamu..”
Gelora birahi di dadaku sudah memuncak dan batang penisku sudah menegang keras tidak terkira. Kupeluk erat tubuhnyadan membiarkan kepalanya bersandar di dada kiriku. Ahh, romantis dan manja sekali Inge siang ini, pikirku. Mungkin dalam kesempatan terakhir perjumpaan kali ini ia ingin agar benar-benar terpuaskan. Kukecup pipinya, dahinya, dan telinganya. Kubalikkan tubuhnya dan kami saling berhadapan lagi
Aku menciuminya lagi. Dibiarkannya mulutku terus menelurusi leher dan dadanya. Geliat tubuhnya membuatku semakin bergairah. Apalagi ketika bibirku sampai di dadanya. Aku selalu ingin menikmati kedua buah dadanya. Kuputar lembut dengan telapak tanganku dan membuat Inge membusungkan dadanya sehingga aku semakin leluasa. Lenguhan, desahan dan geliatnya makin membuat birahiku meledak-ledak. Kupagut kedua buah dadanya bergantian. Kukulum kedua puntingnya bergantian dan membuat tubuh Inge makin menggeliat dan akhirnya ketika aku tidak kuat lagi menahan tubuhnya, kubiarkan terjatuh di atas ranjang
Inge makin ke tengah ranjang. Aku hanya memandangi tubuhnya yang indah. Inge membuat gerakan-gerakan yang menandakan letupan birahinya yang perlu segera teraslurkan. Ketika sebelah pahanya terangkat dengan kedua kakinya terbuka betapa menggairahkan gundukan hitam di puncak selangkangannya. Siang ini, pastilah akan menjadi saat yang tidak terlupakan bersama Inge. Pokoknya aku ingin memberinya sensasi yang tidak akan ia lupakan
Kudekati tubuh Inge dari samping. Aku mencumbuinya dari atas ke bawah dengan tubuhku merayap perlahan di atas tubuhnya. Bibirku menikmati kedua bukitnya dengan leluasa dan tanganku menggapai kedua kakinya menelusuri liang vaginanya, membuatnya menggeliat mendesah lagi. Kutelusuri perutnya dengan bibirku sampai akhirnya bibirku tiba di liang vaginanya. Aroma segar menggairahkan tercium dari selangkangannya
Belum sempat aku bertindak lebih lanjut, diraihnya kepalaku dan ditekannya ke selangkangannya. Ia mendesis penuh kenikmatan. Kucium bibir vaginanya hingga masuk penuh di mulutku. Lidahku menjilati daging kecil yang memerah dan masuk lebih dalam lagi di lorong vaginanya. Inge hanya bisa berkata,”Ooohh Anto.. ahh..oohh”. Pinggulnya bergoyang-goyang mengikuti irama kecupan dan permainan lidahku pada vaginanya
“Oooh Anto, Aku nggak kuat, mau keluar To,” katanya
Aku tidak menyahut. Yang kulakukan hanya menghisap dan mengulum vaginanya yang makin membuat klitorisnya semakin basah, merah dan bengkak. Ia masih mencoba menahan diri dengan menggigit bibir bawahnya. Akhirnya iapun tidak tahan lagi dan diiringi dengan denyutan keras dari dinding vaginanya ia merintih, melenguh, menjerit dan mengeluarkan seruan dari mulutnya. Pinggulnya diangkat dan pahanya menjepit kepalaku. Tangannya meremas rambutku. Sejenak kemudian Inge terdiam. Kulihat Inge sangat menikmati apa yang baru saja terjadi
“Thanks ya To,” katanya
Aku hanya tersenyum tipis dan memeluknya
”Sebentar To, aku istirahat sebentar sayang….”
Dari samping tubuhnya Inge kucumbui lagi pada kedua buah dadanya dengan putingnya yang ranum. Hal ini membuat Inge bergelinjang kenikmatan. Kalau mulutku memaguti dan mengulumi sebelah kiri, maka tangan kananku meremas lembut yang kanan, begitu juga sebaliknya. Kulihat gerakan kakinya yang merangsangku. Lalu sambil mulutku mengulum buah dadanya, kujulurkan tanganku menggapai liang vaginanya. Kuusap pangkal paha terus liang vagina dan sekitarnya, membuat gerakan kakinya membuka lebar, semakin lebar menantikan aku menyetubuhinya. Kurasakan liang vaginanya yang basah dan akhirnya ketika kedua kakinya mengangkang, aku bergerak dan mencium kembali vagina yang sangat nikmat ini. Inge terpekik ketika kembali aku menjilati klitorisnya. Ia memutar badannya sehingga mulutnya bisa meraih penisku
Aku berbaring terlentang sementara vagina Inge tepat berada di atas mukaku dan penisku di bawah mulutnya. Inge menarik nafas dalam-dalam sewaktu permukaan lidahku yang kasar dan hangat pelan-pelan menyentuh vaginanya, Ia mendesah tertahan saat lidahku naik ke klitorisnya dan menyentuhnya. Kemudian dengan lembut aku menjepit klitorisnya sambil membuat gerakan memutar dengan bibirku hingga membuatnya merem-melek keenakan. Melihat itu aku semakin ganas memelintir klitorisnya
“Euh.. Ah.. Ah.. Ach.. Aw..”

Ia membuka mulutnya dan menjilat kepala penisku. Lidahnya yang kasar terus menjilatikepala penisku dan meruncing menyusup ke lubang kencingku membuatku kelojotan menahan nikmat. Ia semakin berani menjilat lagi terus dan terus. Aku duduk di atas ranjang, kedua kakiku kubuka lebar. Inge juga duduk di atas ranjang di dekatku, lalu ia membungkuk sedikit kemudian memegang batang penisku yang sudh mengamuk dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menahan badannya agar tidak jatuh saat mulutnya sedang bekerja. Mula-mula ia cuma menjilati, terus mulai mengulum kepala penisku. Ia hisap batang penisku sedikit terus dimasukkan ke mulutnya tapi tidak bisa masuk semuanya, masih ada sisa beberapa centi lagi. Aku tidak mau memaksakannya. Ia menggerakkan mulutnya naik turun sambil menghisap dan sesekali aku mengocok batang penisku dengan tangan kirinya
Aku sangat puas dengan permainannya. Aku memperhatikan bagaimana ia melakukan aktivitas di batang penisku. Sesekali aku membuka mulut sambil sedikit mendesah menahan laju kenikmatan. Sekitar 10 menit kemudian lalu ia melepaskan batang penisku dari mulutnya
Aku berdiri dan mendorong tubuhnya ke ranjang sampai aku telentang. Kubuka pahanya agak lebar dan kupandangi liang vaginanya. Sambil menaikkan kaki kirinya ke atas pundakku, aku menciumi pahanya lembut menuju ke pangkal pahanya dan akhirnya aku mencumbui vaginanya. Kepalaku diremas-remas dan ditekannya, kudengar geliat dan desahnya makin menjadi-jadi. Kedua kakinya terbuka lebar di depanku. Ketika kami semakin terangsang Inge memintaku agar aku segera menyelesaikannya
Diangkatnya sebelah kakinya lagi ke pundakku. Batang penisku yang sudah menegang kutuntun memasuki liang vaginanya. Kumasukkan sedikit demi sedikit dan kuputarkan kepala penisku di seputar liang vaginanya yang membuatnya melenguh kenikmatan sejadi-jadinya. Aku mendorong dan memasukkan penisku lebih dalam lagi dan akhirnya tertanam penuh semuanya di liang vagina Inge. Kupegang dan kuremas kedua tangannya, aku diam sejenak merasakan sensasi kenikmatan di sekeliling batang kejantananku, lalu kugoyangkan lembut sementara mulutku menikmati kedua puting susunya bergantian. Penisku terus bergerak lembut di seputar dinding kemaluannya
Kupercepat gerakanku dan kudengar suara teriakan tertahan, Aku merasakan Inge sudah akan mencapai orgasme lagi. Tubuhnya mengejang dan menjepit batang kejantananku kuat-kuat. Akupun merasakan kalau aku juga tinggal selangkah lagi untuk mencapai puncak. Akhirnya aku menikmati saat akhir yang sangat menggairahkan bersama-sama dengan Inge
Aku benar-benar melayang, tubuhku bergerak-gerak tak karuan dan mataku berkejap-kejap keenakan. Penisku terus menerjang vaginanya menggesek klitorisnya, kuremas dadanya dan kupelintir putingnya. Aku benar-benar tidak kuat lagi, serasa seperti ada aliran listrik tegangan tinggi yang menjalari tubuhku dan menyebar ke segala arah. Bersamaan dengan itu aku merasa kepala penisku berdenyut dan semakin membesar membesar di dalam vaginanya. Ketika Inge membusungkan dadanya maka kugigit pangkal payudaranya sampai berbekas kemerahan. Ia tidak menolak, bahkan mendekapkan kepalaku semakin erat di dadanya. Secara bersamaan kami menjerit lirih dan ambruk terhempas ke atas ranjang. Batang penisnya masih berdenyut, kedua tanganku tetap aktif bergerak membantunya meresapi setiap detik kenikmatan di setiap ujung tubuhnya
“Thanks, To” katanya mesra sambil mengecup keningku
”Sama-sama Ing”
Kukecup telinga, bibir, dahi, menelusuri leher dan dadanya. Tangannya mengusap pipi dan dadaku
Sambil menikmati sisa-sisa gelombang orgasme yang masih terus menjalar di tubuh, kuremas rambut Inge yang pendek dicat kecoklatan. Setelah itu aku melangkahkan kaki ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya. Inge membuka keran air, mengatur suhunya dan mengisi bath tub
“Kita mandi berendam dulu “, pintanya berbisik di telingaku. Aku tampak terkesima menyaksikan tubuhnya yang telanjang bulat mulai berbaring di dalam bath tub tanpa menunggu penuh. Aku masuk dan langsung memeluk tubuhnya
Kami saling bercumbu ringan sambil bermain busa sabun. Inge menyabuni tubuhku, pertama di dadaku yang bidang dan berbulu, lalu turun ke perut dan akhirnya ke arah batang penisnya yang sudah mulai mengeras kembali. Gairahku naik kembali ketika tangannya meremas penisku. Melihat batang penisku yang membesar dan mengeras, Inge semakin gemas dan bernafsu meremasnya. Dengan ibu jarinya Ia mengusap lembut kepala penisku. Ketika aku mulai menggelinjang dan mendesah, Inge meningkatkan gerakan tangannya menjadi sebuah kocokan lembut
Tiba-tiba aku menarik tangannya dan melepaskan tangannya dari batang penisku. Aku duduk di belakang Inge sambil merapatkan penisku ke pinggulnya. Lalu aku ganti menggosok tubuhnya. Mula-mula kugosok punggung, pinggul dan dadanya. Tanganku merangkul dan menggosok kedua payudaranya dengan telapak tanganku. Saat aku mulai memijit putingnya sebuah desahan panjang keluar dari bibirnya
Puas bermain di dadanya, usapanku merayap ke bawah melewati perut dan terus turun merambat ke paha sampai akhirnya tanganku yang satu menggosok daerah selangkangannya. Ia kembali merintih saat aku mengusap liang vaginanya dengan lembut, busa sabun menutupi permukaan lubang vaginanya. Saat gerakannya semakin liar, aku menarik tanganku dari bawah pahanya dan mengangkat Inge keluar dari bath tub lalu saling mengeringkan tubuh dengan handuk
Setelah tubuh kami kering aku mengangkatnya dan membawanya kembali ke dalam kamar. Kuturunkan tubuhnya dan kini kami saling berhadapan. Tinggi badannya hanya sampai di daguku
Dengan sedikit mengangkat tumitnya ia mencium bibirku Aku menundukkan kepalaku sedikit membalas ciumannya. Gerakan lidahnya yang liar menari-nari di dalam rongga mulutku. Tangan kami pun tidak tingal diam, aku menyentuh, meremas dan memilin payudaranya, tangan Inge bermain dengan batang penisku yang berdiri tegak. Aku asyik meremas dan memilin sepasang puting payudaranya sambil sesekali menghisap dan menggigitnya. Sementara Inge terus mengocok batang penisku sampai keras sekali. Desah nafas dan rintihan kami berdua memenuhi semua sudut kamar tidur
Kubaringkan tubuh Inge dengan kepala menggantung berada di bibir ranjang. Aku berdiri di dekat kepalanya dan menyodorkan penisku ke mulutnya. Ia mulai menciumi dan menjilati kantung penisku sampai di pangkalnya. Tangannya menggenggam dan mengurut penisku dari pangkal ke ujungnya berulang-ulang dengan lembut. Akhirnya ia duduk di tepi ranjang dan kembali melumat penisku dengan ganasnya. Aku menahan kenikmatan ini dengan meremas rambutnya yang pendek. Sesekali aku menggerakkan pinggulku maju mundur mengikuti gerakan mulutnya
Setelah kurasakan cukup, kutindih tubuhnya dan secara perlahan penisku mengarah untuk memasuki lubang vaginanya. Ia melebarkan kakinya agar memudahkan penisku memasuki liang vaginanya. Secara perlahan batang penisku mulai menerobos liang vaginanya. Terasa penisku seakan tersedot ke dalam vaginanya
Aku berhenti sejenak untuk menikmati remasan dinding vaginanya yang seakan menyedot penisku. Setelah merasakan vaginanya beberapa kali berdenyut, maka aku menggerakkan pinggulku. Batang penisku seperti dipilin-pilin oleh lorong vaginanya. Inge terus menggoyangkan pinggulnya
“Oh…. Terus.. Sayang.. Mmhhss..”
Saat aku menekan pinggulku ke bawah, maka penisku juga kuhunjamkan sedalam-dalamnya. Sekitar sepuluh menit aku menindih tubuhnya. Inge kemudian meminta agar aku berada di bawah
“Kamu di bawah ya, sayang..,” bisiknya penuh nikmat
Tanpa melepaskan penisku dari vaginanya, kami berguling mengubah posisi. Dengan penuh semangat menggelora, Inge menghentakkan pinggulnya yang naik turun, maju mundur dan berputar semakin menenggelamkan penisku ke liang vaginanya. Aku mengimbangi dengan gerakan pinggulku sambil meremas serta mengulum payudaranya
“Oh.. Remas dadaku.. Sayaangg. Terus.. isep……Oh.. Auww.. Sayang enakk..,” erangan kenikmatan terus keluar dari mulutnya
“Oh.. Inge.. terus goyang sayang..” teriakku memancing nafsunya
Kira-kira lima belas menit kemudian gerakan pinggulnya semakin dipercepat. Ambil menggerakkan pinggulnya, tangannya menekan kuat ke arah dadaku. Aku mengimbanginya dengan menaikkan pinggulku agar penisku dapat mencapai bagian dasar vaginanya
“Anto.. Ah.. aku.. Keluuaarr, sayang.. Oh..”
Ternyata Inge telah mencapai orgasmenya. Ia bergoyang semakin cepat. Penisku sudah dijalari rasa nikmat diremas-remas oleh vaginanya yang terus berdenyut
“Oh.. Anto.. kau begitu perkasa. Sudah lama aku menantikan saat kebersamaan denganmu seperti ini,” Ujarnya sambil terus mengusap pipiku
Ketika denyutan di vaginanya sudah mereda, aku membalikkan tubuhnya, sehingga posisinya di bawahku. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutar-mutarkan pinggulku mengebor liang vaginanya
“Oh.. Inge.. Nikmatnya….”
”Tunggu To, puaskan aku sekali lagi……!”
Aku menurunkan irama gerakan pinggulku agar Inge bisa beristirahat sambil memulihkan gairahnya
Ketika ia sudah mulai menggerakkan pinggulnya, aku tahu ia sudah siap untuk berlayar lagi mengarungi samudera kenikmatan
”Nungging, Ing…,” desahku
Kucabut penisku dan kubalik tubuhnya, kuangkat pantatnya agak tinggi, kudorong pundaknya dengan pelan sampai dia menungging dihadapanku,. Ia menuruti saja kemauanku
Aku memasukkan penisku ke dalam lubang vaginanya dan dia kembali mengeluarkan teriakan kecil
“Auww….Aduuuuh .., dorong terus To ..”
Aku menggerakkan penisku dalam vaginanya dengan irama yang semakin lama semakin cepat. Inge juga melakukan hal sama dengan gerakan pantatnya yang maju mundur dan berputar-putar. Lama kami melakukan itu sampai akhirnya dia berkata,”To, aku mau keluar lagi ”
Aku mau mencapai puncak dengan memeluk tubuhnya sekuat mungkin. Kucabut lagi penisku dan kutelentangkan tubuhnya. Tanpa menunggu lagi penisku kembali masuk ke dalam vaginanya dan kembali bergerak memompa kenikmatan. Aku semakin mempercepat gerakanku ketika kurasakan ada sesuatu yang mengalir keluar dari saluran penisku
”Ing….. Oouhhhh….. sekarang Ing..!”
”Ayo To…… sekarangghhhh….!”

Aku merapatkan tubuhku ke tubuhnya. Bibir kami berciuaman dengan ganasnya sampai berbunyi. Tanganku memeluk punggungnya, sementara tangan Inge mengunci leherku. Kakinya mengunci pinggangku sehingga ketika pantatku naik, maka pinggangnyapun terangkat naik seirama gerakan pantatku. Ketika aliran kenikmatan itu tidak dapat ktahan lagi maka aku menghentakkan pinggulku sekuatnya sehingga peniskupun masuk sepenuhnya ke dalam vaginanya
Tangan kami semakin erat mengunci tubuh, kakiku meronta sambil mendorong agar penisku semakin kuat menekan, sementara kakinya mengejang menekan pantatku semakin kuat
”Hhhhh……….Heegghhhhhhh………”
”Hrrrrhhhh…….!”
Denyutan dari penisku dan vaginanya saling membalas seakan tidak mau kalah dalam memompa kenikmatan. Suara geraman kami saling bersautan. Bibirnya terlepas dari bibirku, mencari sasaran untuk digigit. Lenganku kembali menjadi sasaran gigitannya Akupun tak mau kalah dengan menggigit kuat bahunya. Nafas tersengal dan detak jantung bergemuruh dengan mata terpejam mengakhiri denyutan dari kelamin kami
Setelah keadaan menjadi tenang, kami melepaskan nafas panjang bersamaan. Aku mengendurkan pelukanku. Bekas-bekas kemerahan di beberapa tempat nampak jelas di tubuh kami masing-masing. Beberapa saat kemudian aku merasakan tubuhku lemas bagai tak bertulang, penisku mulaimelemas dan tercabut dari lubang vagina Inge
”Terima kasih anak nakal. Kamu telah memuaskanku dengan luar biasa siang ini. Benar-benar luar biasa. Dari kemarin sore sampai siang ini. Kamu kuat dan perkasa sekali di atas ranjang sayangku. Kalau saja kamu selalu ada di sini”
Kalau kuhitung-hitung, mulai kemarin sore sampai malam aku telah mencapai orgasme sebanyak tiga kali, tadi pagi sampai siang ini tiga kali lagi. Jadi total aku mendapatkan enam kali orgasme, bahkan sembilan kalau ditambah dengan kebersamaanku bersama Memey. Inge mungkin delapan atau sembilan kali mencapai orgasme
Setelah mandi dengan cepat, maka aku berpakaian dan merapikan tasku. Inge masih kelihatan lemas. Aku tidak sampai hati memintanya mengantarku ke Bandara
”Ing, kalau kamu tidak kuat, biar saja aku naik taksi ke Bandara. Entar malah kenapa-kenapa di jalan,” kataku
”Aduh…. sorry ya sayang. Aku sebenarnya pengen sekali nganter ke Bandara, tapi tubuhku lemas sekali. Kamu nakal sekali sih!” katanya sambil mencium bibirku
”Lho, kan kamu sendiri yang menginginkan. Aku hanya sekedar memenuhi dan mengantarkan sesuai dengan order saja,” kataku tak mau kalah
Akhirnya aku ke Bandara naik taksi. Sebelum keluar apartemennya, Inge mencium bibirku lama seperti tidak mau melepasku
”Awas kalau aku ke kotamu, kamu harus melayaniku seperti tadi. Pokoknya ini harus membuatku sampai aku puas ..as…..as….dan lemes …mes..mes,” katanya sambil meremas penisku
”Terserah saja, kalau besok kamu ke sana aku juga sudah siap. Paling tinggal berbagi waktu dengan Vina saja,” kataku menggodanya. Inge memukuli punggungku
Sampai di Bandara aku terkejut ketika ada seseorang yang memanggilku ketika aku antre untuk check-in
”Anto….. Anto..!”.

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *