Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP
Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP

Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP

Posted on

Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP – Cerita berikut adalah cerita yang bersumber dri Yulia salah satu tmn korespondensi AQ yang menceritakan hubungan sexnya dengan salah satu anak laki-laki yang masih duduk di SMP (berondong). Berikut kisah selengkapnya yang pernah di beberkan Yulia kepada penulis. Dia menceritakan kisah nyata dia tentang pengalaman dia berhubungan dgn anak tetangganya sendiri. Cerita tersebut akan AQ paparkan dgn tambahan pernak-pernik sensual agar menarik U/ dibaca. Yulia, 29 thn, adalah se0rg ibu rumah tangga dgn 2 0rg anak 2 dan 6 thn.

Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP ABG Manis pamer susu 11
Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP

cerita dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP – Suaminya, Hermawan, 36 thn, adalah karyawan dri salah satu perusahaan swasta terbesar di Batam. Perawakan Yulia sebetulnya biasa saja seperti kebnykan. Yang membuatnya menarik adalah bentuk tbhnya yang sangat terawat. Buah dadanya tidak terlalu besar, tapi enak U/ dipandang, sesuai dgn pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang bulat. Kehidupan rumah tangga mereka sangat harmonis. dgn 2 anak yang sedang lucu-lucunya, ditambah dgn posisi Hermawan yang cukup tinggi di perusahaannya, membuat mereka menjadi keluarga yang cukup di hormati di lingkungan kompleks mereka tinggal. Yulia pada dasarnya adalah istri yang sangat setia kepada suaminya. Tidak pernah ada niat berkhianat terhadap Hermawan dlm hati Yulia krna dia sangat mencintai suaminya. Tapi ada satu peristiwa yang menjadi awal berubahnya cara berpikir Yulia tentang cinta. .

 

cerita dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP – Suatu siang, Yulia sedang mengasuh anaknya di depan rumah. Dikrnakan kedua anaknya waktu itu berlari jauh dri rumah, maka Yulia langsung mengejar mereka. Tapi tanpa disengaja, kakinya menginjak sesuatu sampai akhirnya Yulia terjatuh. Lututnya memar, agak mengeluarkan darah. Yulia langsung berjongkok dan meringis menahan sakit. Pada waktu itu, Marwan, anak tetangga depan rumah Yulia kebetulan lewat mau plg ke rumahnya. Ketika melihat Yulia sedang jongkok sambil meringis memegang lututnya, Marwan langsung lari ke arah Yulia. “Kenapa tante?” tanya Marwan. “Aduh, lutut AQ luka krna jatuh, Wan. . . ” ujar Yulia sambil meringis. “Bantu AQ berdiri, Wan. . . ” kata Yulia. “Iya tante, ” kata Marwan sambil memegang tangan Yulia dan dibimbingnya bediri. “Wan, tolong bawa anak-anak AQ kemari. . Anterin ke rumah AQ, ya. . . ” kata Yulia. “Iya tante, ” kata Marwan sambil segera menghampiri anak-anak Yulia.

Cerita Dewasa 2016 Jebakan Kepada Berondong SMP – Sementara Yulia segera plg ke rumahnya sambil tertatih-tatih. Waktu Marwan mengantarkan anak-anak Yulia ke rumahnya, Yulia sedang duduk di kursi depan sambil memegangi lututnya. “Ada obat merah tidak, tante?” tanya Marwan. “Ada di dlm, Wan, ” kata Yulia. “Kita ke dlm saja. . . ” kata Yulia lg sambil bangkit dan tertatih-tatih masuk ke dlm rumah. Marwan dan anak-anaknya mengikuti dri belakang. “Ma, Donny ngantuk, ” kata anaknya kepada Yulia. “Tunggu sebentar ya, Wan. AQ mau antar mereka dulu ke kamar. Sdh waktunya anak-anak tidur siang, ” kata Yulia sambil bangkit dan tertatih-tatih mengantar anak-anaknya ke kamar tidur. Setelah mengantar mereka tidur, Yulia kembali ke tengah rumah. “Mana obat merahnya, tante?” tanya Marwan. “Di atas sana, Wan. . . ” kata Yulia sambil menunjuk kotak obat. Marwan segera bangkit dan menuju kotak obat U/ mengambil obat merah dan kapas. Tak lama Marwan segera kembali dan mulai mengobati lutut Yulia. “Maaf ya, tante. . AQ lancang, ” kata Marwan. “Tidak apa-apa kok, Wan. Tante senang ada yang menolong, ” kata Yulia sambil tersenyum. Marwan mulai memegang lutut Yulia dan mulai memberikan obat merah pada lukanya. “Aduh, perih. . . ” kata Yulia sambil agak menggerakkan lututnya. Secara bersamaan rok Yulia agak tersingkap sehingga sebagian paha mulusnya nampak di depan mata Marwan. Marwan terkesiap melihatnya. Tapi Marwan pura-pura tak melihatnya. Tapi tetap saja paha mulus Yulia menggoda mata Marwan U/ melirik walau kadang-kadang. Hati Marwan agak berdebar. . Biasanya dia hanya bsa melihat dri kejauhan saja lekuk-lekuk tbh Yulia. Atau kadang-kadang hanya kebetulan saja melihat Yulia memakai celana pendek.

Marwan biasanya hanya bsa membayangkan saja tbh Yulia sambil onani. Tapi kini, di depan mata sendiri, paha mulus Yulia sangat jelas terlihat. Yulia sepertinya sadar kl mata Marwan sesekali melirik ke arah pahanya. Segera Yulia merapikan duduknya dan juga menutup pahanya. Marwanpun sepertinya terkesima dgn sikap Yulia tersebut. Marwan menjadi malu sendiri. . “Sdh AQ berikan obat merah, tante. . . ” kata Marwan. “Iya, terima kasih, ” kata Yulia sambil tersenyum. “Skrg sdh mulai tidak terasa sakit lg, ” ujar Yulia lg sambil tetap tersenyum. Marwan, 16 thn, adalah anak tetangga depan rumah Yulia. Masih duduk di bangku SMP kelas 3. Seperti kebnykan anak laki-laki tanggung lainnya, Marwan adalah sosok anak laki-laki yang sdh mulai mengalami masa puber. “Kenapa km nunduk terus, Wan?” tanya Yulia. “Tidak apa-apa, tante. . . ” ujar Marwan sambil sekilas menatap mata Yulia lalu menunduk lg sambil tersenyum malu. “Ayo, ada apa?” tanya Yulia lg sambil tersenyum. “Anu, tante. . Maaf, mungkin tadi sempat marah krna tadi AQ sempat melihat secara tidak sengaja. . . ” kata Marwan sambil tetap menunduk. “Lihat apa?” tanya Yulia pura-pura tidak mengerti. “Lihat. . Mm. . Lihat ini tante, ” kata Marwan sambil tangannya mengusap-ngusap pahanya sendiri. Yulia tersenyum mendengarnya. “Tidak apa-apa kok, Wan, ” kata Yulia. “Kan hanya melihat. . Bukan memegang, ” kata Yulia lg sambil tetap tersenyum. “Lgan, AQ tidak keberatan kok km melihat paha tante tadi, ” kata Yulia lg sambil tetap tersenyum. ” km kan tadi sedang menolong AQ memberikan obat, ” kata Yulia. “Benar tante tidak marah?” tanya Marwan sambil menatap Yulia. Yulia menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. Marwanpun jadi ikut tersenyum. “Tante sangat cantik kl tersenyum, ” kata Marwan mulai berani. “Ihh, km tuh masih kecil sdh pintar merayu. . . ” kata Yulia. “AQ berkata jujur loh, tante, ” kata Marwan lg. ” km sdh makan, Wan?” tanya Yulia. “Belum tante. AQ plg dri rumah tmn tadi belum makan, ” kata Marwan. “Makan disini saja, ya. . Tmni AQ makan siang, ” ajak Yulia. “Baik tante, terima kasih, ” kata Marwan. Mereka menikmati makan siang di meja makan bulat kecil. Ketika sedang menikmati makan, tanpa sengaja kaki Marwan menyentuk kaki Yulia. Marwan kaget, lalu segera menarik kakinya. “Maaf tante, AQ tidak sengaja, ” kata Marwan. “Tidak apa-apa kok, Wan. . . ” kata Yulia sambil matanya nenatap Marwan dgn pandangan yang berbeda.

Ketika kaki Marwan menyentuh kakinya, seperti terasa ada sesuatu yang berdesir dri kaki yang tersentuh sampai ke hati. Yulia merasakan sesuatu yang lain akan kejadian tak sengaja itu. . Tiba2Yulia merasakan ada sesuatu keinginan tertentu muncul yang membuat perasaannya tidak menentu. Sentuhan kaki Marwan terasa begitu hangat dan membangkitkan suatu perasaan aneh. . ” km sdh punya pacar, Wan?” tanya Yulia sambil menatap Marwan. “Belum tante, ” kata Marwan sambil tersenyum. “Lgan AQ tidak th caranya mendapatkan perempuan, ” ujar Marwan lg sambil tetap tersenyum. Yuliapun ikut tersenyum. “Pernah tidak km punya keinginan tertentu terhadap perempuan?” tanya Yulia lg. “Keinginan apa tante?” tanya Marwan. Yulia tersenyum. “Kita habiskan dulu makannya. Nanti kita bicara. . . ” kata Yulia.

Selesai makan, mereka duduk-duduk di ruang tengah. ” km ada sesuatu yang harus diselesaikan di rumah tidak saat ini?” tanya Yulia. “Tidak ada, tante, ” kata Marwan. “Tadi tante mau tanya apa?” kata Marwan penasaran. “Begini, apakah km suka kepada wanita tertentu? Maksud AQ suka kepada tbh wanita?” tanya Yulia. “Kita bicara jujur saja, ya. . AQ tidak akan bicara pada siapa-siapa kok, ” kata Yulia lg.” km juga mau kan jaga rahasia pembicaraan kita?” kata Yulia lg. “Iya, tante, ” kata Marwan. “Kalau begitu jawablah pertanyaan tante tadi. . . ” kata Yulia sambil tersenyum. “Ya, AQ suka melihat perempuan yang tbhnya bagus. AQ juga suka tante krna tante cantik dan tbhnya bagus, ” kata Marwan tanpa ragu. “Maksudnya tbh bagus apa, ” tanya Yulia lg. Marwan agak ragu U/ menjawab. “Ayolah. . . ” kata Yulia sambil memegang tangan Marwan. Tangan Marwan bergetar. . Yulia tersenyum. “Mm. . AQ pernah. . Pernah lihat majalah Playboy, juga. . Juga. . Juga AQ pernah lihat VCD porno. . Mm. . Mm. . AQ lihat bnyk perempuan tbhnya bagus. . . ” kata Marwan dgn nafas tersendat. “Oh, ya? Di VCD itu km lihat apa saja, ” kata Yulia pura-pura tidak th, sambil terus menggenggam tangan Marwan yang terus gemetar.
“Mm. . Lihat 0rg sedang begituan. . . ” kata Marwan. “Begituan apa?” tanya Yulia lg. “Ya, lihat 0rg sedang bersetbh. . . ” kata Marwan.

Yulia kembali tersenyum, tapi dgn nafas yang agak memburu menahan sesuatu di dadanya. ” km suka tidak film begitu?” tanya Yulia. “Iya suka, tante?” kata Marwan sambil menunduk. “Mau coba seperti di film, tidak?” kata Yulia. Marwan diam sambil tetap menunduk. Tangannya makin gemetar. Yulia mendekatkan tbhnya ke tbh Marwan. Wajahnya di dekatkan ke wajah Marwan. “Mau tidak?” tanya Yulia setengah berbisik. Marwan tetap diam dan gemetar. Wajahnya agak tertunduk. Yulia membelai pipi anak tanggung tersebut. Lalu diciumnya pipi Marwan. Marwan tetap diam dan makin gemetar. Yulia terus menciumi wajah Marwan, lalu akhirnya dilumatnya bibir Marwan. . Lama-lama Marwanpun mulai terangsang nafsunya. dgn pasti dibalasnya ciuman Yulia. “Masukkan tangan km ke sini. . . ” kata Yulia dgn nafas memburu sambil memegang tangan Marwan dan mengarahkannya ke dlm baju Yulia. “Masukkan tangan km ke dlm BH AQ, Wan. . Pegang buah dada AQ, ” kata Yulia sambil tangannya meremas kontol Marwan dri luar celana.

Sementara tangan Marwan sdh masuk ke dlm BH Yulia dan mulai meremas-remas buah dada Yulia. “Mmhh. . Terus AQng. . . ” kata Yulia. “Tangan AQ pegal, tante. . . ” kata Marwan polos. “Uhh. . Kita pindah ke kamar, yuk. . . ” ajak Yulia sambil menarik tangan Marwan. Sesampainya di dlm kamar. . “Buka pakaian km , Wan. . . ” ujar Yuliapun melepas seluruh pakaiannya sendiri. “Iya, tante. . . ” kata Marwan. Yulia setelah melepas seluruh pakaiannya, segera naik dan telentang di tempat tidur. Marwan terkesima melihat tbh telanjang Yulia. Seumur-umur Marwan, baru kali ini dia melihat tbh telanjang wanita di depan mata. Apalg wanita tersebut adalah wanita yang sering di bayangkannya bila onani. Kontol Marwan langsung tegang dan tegak. . “Naik sini, Wan. . . ” kata Yulia. “Iya, tante. . . ” kata Marwan. “Sini naik ke atas tbh AQ. . . ” kata Yulia sambil mengangkangkan pahanya. Marwan segera menaiki tbh telanjang Yulia. Yulia langsung melumat bibir Marwan dan Marwanpun langsung membalasnyanya dgn hebat. Sementara satu tangan Marwan meremas buah dada Yulia yang tidak terlalu besar. Sementara kontol Marwan sesekali mengenai belahan memek Yulia. “Ohh. . Mmhh. . Terus remas. . Terus. . . ” desah Yulia sambil memegang tangan Marwan yang sedang meremas buah dadanya, dan tangan mereka bersamaan meremas buah dadanya. “Ohh. . Sshh. . . ” kata Yulia. Marwanpun dgn bernafsu terus meremas dan menciumi serta menjilati buah dada Yulia. “Wan, jilati memek ya, AQng. . . ” pinta Yulia. “Tapi AQ tidak th caranya, tante, ” kata Marwan polos. “Skrg dekatkan saja wajah km ke memek, lalu km jilati belahannya. . . ” kata Yulia setengah memaksa dgn menekan kepala Marwan ke arah memeknya. Marwan langsung menuruti permintaan Yulia. Dijilatinya belahan memek Yulia sampai tbh Yulia mengejang menahan nikmat. “Ohh. . Mm. . Ohh. . Terus jilat, AQng. . . ” desah Yulia sambil meremas kepala Marwan. “Wan, km jilati bagian atas sini. . . ” kata Yulia sambil jarinya mengelus kelentitnya. Lalu lidah Marwan menjilati habis kelentit Yulia. . Yulia kembali menggelepar merasakan nikmat yang teramat sangat. “Teruss. . Sshh. . Ohh. . . ” desah Yulia sambil badannya semakin mengejang. Pahanya rapat menjepit kepala Marwan. Sementara tangannya semakin menekan kepala Marwan ke memeknya. Tak lama. . “Ohh. . . ” desah Yulia panjang. Yulia orgasme. “Sdh, Wan. . Naik sini, ” kata Yulia.

Marwan lalu menaiki tbh Yulia. Yulia lalu mengelap mulut Marwan yang basah oleh cairan memeknya. Yulia tersenyum, lalu mengecup bibir Marwan. “Mau tidak kontol km AQ hisap, ” kata Yulia. “Mau tante, ” kata Marwan bersemangat. “Bangkitlah. . Sinikan kontol km , ” kata Yulia sambil tangannya meraih kontol Marwan yang tegang dan tegak. Marwan lalu mengangkangi wajah Yulia. Yulia segera mengulum kontol Marwan. Tidak hanya itu, kontol Marwan lalu dijilat, dihisap, lalu dikocoknya silih berganti. Marwan tbhnya mengejang menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Tangannya berpegangan pada pinggiran ranjang. “Ohh. . Tantee. . Enaakk. . . ” jerit kecil Marwan sambil memompa kontolnya di mulut Yulia. “Masukkin ke memek, AQ. . . ” kata Yulia setelah dia beberapa lama menghisap kontol Marwan. Marwan lalu mengangkangi Yulia. Sementara tangan Yulia memegang dan membimbing kontol Marwan ke lubang memeknya. “Ayo tekan sedikit, AQng. . . ” kata Yulia. Marwan berusaha menekan kontolnya ke lubang memek Yulia sampai akhirnya. . Bless. . Bless. . Bless. . Kontol Marwan berhasil masuk dan mulai memompa memek Yulia. Marwan merasakan suatu kenikmatan yang tiada tara pada batang kontolnya. “Bagaimana rasanya, Wan?” tanya Yulia sambil tersenyum dan menggoyang pantatnya. “Ohh. . Sangat enakk, tanttee. . . ” kata Marwan tersendat sambil memompa kontolnya keluar masuk memek Yulia.

Yulia tersenyum. . Setelah beberapa lama memompa kontolnya, Tiba2tbh Marwan mengejang. Gerakannya makin cepat. Yulia krna sdh mengerti langsung meremas pantat Marwan dan menekankannya ke memeknya. Tak lama. . Crott. . Croott. . Croott. . Croott. . “Ohh. . Hohh. . . ” desah Marwan. Tbhnya lemas dan lunglai di atas tbh Yulia. “Udah keluar? Bagaimana rasanya?” tanya tante Yulia sambil memeluk Marwan. “Sangat enak, tante. . . ” kata Marwan.

Itulah pengalaman nyata dri Yulia yang AQ paparkan sesuai dgn aslinya ditambah sedikit reka-reka sensual dri AQ. Menurut Yulia, kejadian ini baru berjalan mulai 2 bulan yang lalu. Sampai saat ini mereka masih sering melAQkan persetbhan di rumah Yulia setiap ada kesempatan. Menurutnya lg, dlm satu hari/sepanjang siang, mereka biasanya bsa melAQkan 2 kali persetbhan, mungkin krna Marwan masih muda. Perlu dijelaskan bahwa menurut Yulia, cintanya pada Hermawan tidak pernah berubah. Kejadian itu bermula tanpa ada niat dan keinginan. Terjadi begitu saja. Hanya saja menurut Yulia, ternyata cinta tidak selamanya membuat terikat pada sesuatu atau sese0rg. Demikian akhir ceritanya.

E N D

Incoming search terms:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *